Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubud Kemenhub) memastikan bahwa operasional penerbangan di Bandar Udara (Bandara) Juwata Tarakan tetap berjalan dengan aman dan terkendali, menyusul terjadinya gempa bumi tektonik di wilayah Tarakan dengan Magnitudo 4,8 pada Rabu (5/11/2025), pukul 17.37 WIB.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG), gempa berlokasi di laut pada jarak 24 km Tenggara Tarakan, Kalimantan Utara dengan kedalaman 10 km.
Guncangan dirasakan cukup kuat dan mengakibatkan beberapa kerusakan bangunan di sejumlah lokasi di Kota Tarakan.
Kondisi di Bandara Juwata Tarakan sendiri dilaporkan mengalami kerusakan ringan pada beberapa area gedung terminal penumpang dan gedung administrasi, berupa plafon, serta keramik dinding yang lepas dan jatuh.
Namun demikian, fasilitas sisi udara, seperti runway, taxiway, apron dan Airfield Lighting (AFL) dipastikan tidak mengalami keretakan atau kerusakan yang dapat mempengaruhi keselamatan penerbangan.
“Kami telah melakukan pemeriksaan awal terhadap seluruh area operasional bandara dan memastikan tidak ada potensi bahaya yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan. Operasional di Bandara Juwata tetap berjalan normal dengan koordinasi intensif bersama Stasiun Meteorologi Juwata dan AirNav Tarakan,” ujar Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Juwata Bambang Hartato.
Dia menjelaskan bahwa penerbangan terakhir pada hari kejadian, yakni Lion Air dengan nomor penerbangan LNI 268 rute Surabaya – Tarakan (B737-900ER, registrasi PK-LHR), telah mendarat dengan selamat di Bandara Juwata pada pukul 19.47 Wita.
Seluruh penumpang tiba dengan selamat di ruang kedatangan domestik dan pelayanan kepada pengguna jasa tetap dilaksanakan dengan baik oleh pihak pengelola bandara.
“Keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama kami. Kami terus melakukan pemantauan dan memastikan seluruh fasilitas bandara berfungsi dengan baik, sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pasca terjadinya gempa bumi ini,” jelas Bambang.
Sebagai langkah lanjutan, tim teknis dari Direktorat Bandar Udara, UPBU Juwata Tarakan bersama Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan terus melakukan pemantauan dan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fasilitas bandara guna memastikan operasional penerbangan tetap dalam kondisi aman dan siap melayani masyarakat. B




