Airbus dan Cathay Bentuk Kemitraan Investasi Tingkatkan Adopsi SAF

Chief Operations and Service Delivery Officer Cathay Alex McGowan (kiri) dan Anand Stanley, Airbus President Asia Pacific saat upacara penandatanganan kerja sama. (dok. airbus)
Bagikan

Airbus dan Cathay Group mengumumkan telah melakukan investasi gabungan hingga US$70 juta guna mengakselerasi pengembangan produksi bahan bakar penerbangan berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF) di kawasan Asia dan secara global.

Kesepakatan diumumkan di Hongkong di sela – sela acara IATA World Sustainability Symposium, dalam sebuah seremoni yang dibawakan oleh Chief Operations and Service Delivery Office Cathay Alex McGowan dan Airbus President Asia-Pacific Anand Stanley.

Sebagai bagian dari kemitraan ini, kedua perusahaan akan berkolaborasi untuk mengidentifikasi, mengevaluasi dan berinvestasi di berbagai proyek yang mendukung peningkatan kapasitas produksi SAF menuju tahun 2030 dan setelahnya.

Setiap proyek akan dinilai berdasarkan berbagai aspek seperti kelayakan komersial, tingkat kematangan teknologi dan potensi pembelian dalam jangka panjang (offtake).

Oleh sebab itu, proses pengembangan SAF memerlukan kolaborasi yang mendalam dengan berbagai pihak, mulai dari pembuat kebijakan, investor hingga produsen dan konsumen SAF.

Oleh karena itu, perjanjian co-investment tersebut merefleksikan semangat

kemitraan antara Airbus dan Cathay untuk mengakselerasi peningkatan kapasitas produksi SAF, sehingga memberikan dampak yang lebih berarti bagi industri penerbangan.

“SAF tetap menjadi pendorong utama bagi Cathay dan industri penerbangan secara luas untuk mencapai tujuan dekarbonisasi kami,” ungkap Alex McGowan, Chief Operations and Service Delivery Officer Cathay.

Kemitraan investasi bersama dengan Airbus menegaskan komitmen kami untuk mengembangkan industri SAF menjadi lebih kuat dan terukur.

“Langkah ini melengkapi strategi kami yang lebih luas dalam berinvestasi pada teknologi dan kapasitas produksi yang dibutuhkan untuk masa depan, termasuk melalui investasi terbaru kami pada oneworld BEV SAF Fund. Kami juga memperluas penggunaan SAF melalui kemitraan dengan berbagai mitra yang memiliki visi sejalan,” tuturnya.

Sementara itu, President Asia Pacific Airbus Anand Stanley mengatakan, perjanjian ini mencerminkan komitmen bersama Airbus dan Cathay untuk menciptakan perubahan yang nyata.

“Produksi dan distribusi SAF dalam skala besar dengan harga terjangkau memerlukan pendekatan lintas sektor yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Kemitraan kami dengan Cathay merupakan contoh konkret bagaimana kami mendorong akselerasi produksi di lokasi strategis untuk memenuhi kebutuhan pelanggan kami,” jelasnya.

Komitmen bersama ini juga mencakup kerja sama dalam mendorong kebijakan yang mendukung pengembangan SAF, baik dari sisi pasokan maupun permintaan di seluruh kawasan Asia.

Mengingat potensi besar kawasan ini, terutama dalam pasokan bahan baku (feedstock), kapasitas produksi dan pasar penerbangan yang dinamis, Airbus dan Cathay berupaya memanfaatkan pengalaman global mereka guna membantu membentuk kebijakan yang menjadikan SAF lebih mudah diakses dan terjangkau di kawasan Asia.

Airbus dan Cathay telah menjalin kemitraan jangka panjang sejak tahun 1989, ketika maskapai tersebut menandatangani pesanan pertamanya untuk pesawat Airbus.

Saat ini, Cathay Group mengoperasikan 86 unit pesawat Airbus, dengan lebih dari 70 unit pesawat tambahan yang sedang dalam daftar pesanan untuk pengiriman di masa mendatang. B

 

Komentar

Bagikan