Reaktivasi Jalur KA Cipatat – Padalarang Pakai Jalur Baru

Jalur rel kereta api lintas Cipatat - Padalarang yang akan direaktivasi. (dok. kaidaop2)
Bagikan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bersama Direktorat Jenderal Perkertaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mereaktivasi jalur Kereta Api (KA) lintas Cipatat – Padalarang yang merupakan bagian dari jalur kereta api Bogor – Sukabumi – Bandung.

Informasi tersebut dari Pemprov Jawa Barat melalui Instagram @humas_jabar pada Sabtu (31/1/2026).

“Kabar gembira untuk masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung Barat.Setelah nonaktif sejak 2013, jalur kereta api Cipatat – Padalarang sepanjang 17 km akan dihidupkan kembali.”

Namun, reaktivasi jalur tersebut tidak menggunakan jalur lama, melainkan jalur baru yang nantinya terhubung dengan jalur utama Jakarta – Bandung via Purwakarta.

Hal ini karena jalur lama Cipatat – Padalarang via Stasiun Tagog Apu memiliki kontur yang sangat ekstrem dan rawan longsor, sehingga dianggap terlalu berisiko untuk operasional kereta api saat ini.

“Bukan menggunakan jalur lama, tapi Kemenhub siapkan rute baru yang lebih aman ni wargi. Kenapa harus jalur baru, karena jalur lama menuju stasiun Tagog Apu memiliki kontur yang terlalu ekstrim dan rawan longsor,” ungkapnya.

Nantinya, jalur baru ini akan memiliki satu terowongan sepanjang 300 meter dan dua jembatan sepanjang 50 meter.

Ada kemungkinan jalur baru ini akan bertemu dengan jalur utama Jakarta – Bandung via Purwakarta di Stasiun Sasaksaat.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat mengungkapkan rencana ini bukan lagi sekadar wacana. Proses reaktivasi sudah mulai berjalan dan diurus oleh Kemenhub.

“Dengan hadirnya kembali jalur ini, wargabisa makin mudah bepergian dari Sukabumi maupun Cianjur ke Bandung atau sebaliknya. Perjalanan jadi lebih cepat, nyaman dan bebas macet,” ujar Dishub Jawa Barat dalam Instagram @dishubjabar.

Reaktivasi ini diharapkan dapat meningkatkan mobilisasi masyarakat secara keseluruhan, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan pelaku UMKM, serta membantu mengurangi beban kemacetan lalu lintas jalan di Jawa Barat, terutama di Jalan Raya Padalarang.

Selain itu, langkah ini juga berpotensi mengangkat sektor pariwisata di wilayah Jawa Barat.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi juga telah meminta kepada Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk mempercepat pembangunan elektrifikasi jalur KA Padalarang – Cicalengka dan juga mereaktivasi beberapa jalur KA di Jabar, yang kini telah nonaktif, terutama di wilayah Bandung Raya, seperti Cipatat – Padalarang.

“Yang sudah disepakati tadi oleh Kemenhub dan PT KAI jalur dari Padalarang ke Cicalengka, kemudian ada jalur yang akan segera direaktivasi, termasuk jalur di Cianjur, Sukabumi, Bogor sampai Jakarta,” tuturnya. B

 

Komentar

Bagikan