Pos Properti dan Surge Sinergi Percepat Infrastruktur Digital Nasional

Aktivitas petugas di PT Pos Indonesia. (dok. istimewa)
Bagikan

Anak perusahaan PT Pos Indonesia (Persero), yaitu PT Pos Properti Indonesia menandatangani Berita Acara Kesepakatan (BAK) dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge, dalam rangka mempercepat pemerataan akses internet dan penguatan konektivitas digital nasional.

Direktur PT Pos Properti Indonesia Junita Roemawi mengatakan, kerja sama merupakan wujud kontribusi perseroan untuk mendukung kebijakan nasional di bidang konektivitas digital.

“Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Pos Properti Indonesia dalam mengoptimalkan aset negara untuk mendukung percepatan pemerataan infrastruktur digital dan perluasan akses internet yang lebih merata di seluruh Indonesia,” ujarnya dalam Penandatanganan BAK di Jakarta.

Sementara itu, Direktur Utama WIFI Yune Marketatmo menjelaskan, pemanfaatan aset PT Pos Properti Indonesia merupakan bagian dari pengembangan jaringan, yang memungkinkan perseroan membangun infrastruktur digital secara lebih efisien dan terintegrasi.

Selain itu, juga untuk mempercepat pemerataan infrastruktur digital dalam menghadirkan layanan broadband tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, untuk mewujudkan program inklusivitas broadband tetap dalam mendukung pendidikan, kesehatan, Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) dan layanan publik lainnya.

“Sinergi ini tidak hanya menjawab kebutuhan konektivitas, tetapi juga membangun fondasi infrastruktur digital jangka panjang. Kami melihat kolaborasi lintas sektor seperti ini sebagai kunci dalam mewujudkan transformasi digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” tutur Yune.

Chief Commercial Officer PT Pos Properti Indonesia Aldhita Prayudhiputra menuturkan, kolaborasi diarahkan untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.

“Kami berharap kerja sama dapat mempercepat pembangunan infrastruktur digital secara efisien, sekaligus menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi perusahaan dan masyarakat,” tuturnya.

Dalam kerja sama ini, PT Pos Properti Indonesia akan mengelola dan mengoptimalkan sekitar 2.931 titik aset di berbagai wilayah strategis Indonesia, serta menyewakan lahan – lahan yang memenuhi ketentuan tertentu sebagai lokasi pembangunan infrastruktur jaringan.

Adapun, pembangunan infrastruktur jaringan seperti pemasangan tiang Base Transceiver Station (BTS), penempatan perangkat Optical Line Terminal (OLT) dan pemanfaatan ruang atau gedung untuk penyimpanan material.

Ketiga hal itu merupakan elemen – elemen fundamental dalam memastikan ketersediaan, kapasitas dan keberlanjutan infrastruktur konektivitas digital.

Penempatan tiang BTS berperan penting dalam memperluas cakupan jaringan dan meningkatkan kualitas layanan, khususnya di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur telekomunikasi.

Keberadaan tiang BTS memungkinkan distribusi sinyal yang lebih merata dan stabil, sehingga kualitas layanan internet dapat ditingkatkan tanpa harus membangun infrastruktur baru dari awal.

Perangkat OLT berfungsi sebagai pusat distribusi jaringan fiber optik yang menghubungkan jaringan inti dengan jaringan akses pengguna.

Penempatan OLT pada aset properti yang strategis memungkinkan peningkatan kapasitas jaringan, efisiensi pengelolaan lalu lintas data dan mendukung skalabilitas layanan seiring dengan pertumbuhan kebutuhan konektivitas masyarakat.

Selain itu, penyediaan ruang penyimpanan material infrastruktur mendukung aspek logistik dan operasional dalam pembangunan jaringan.

Ketersediaan fasilitas logistik di lokasi strategis berkontribusi terhadap efisiensi distribusi peralatan, percepatan proses instalasi dan pemeliharaan jaringan, serta pengendalian biaya operasional secara berkelanjutan.

Secara keseluruhan, integrasi pemanfaatan aset properti dengan kebutuhan infrastruktur telekomunikasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pembangunan jaringan digital nasional, mempercepat pemerataan akses internet dan memperkuat kesiapan infrastruktur dalam mendukung transformasi ekonomi dan layanan publik berbasis digital. B

Komentar

Bagikan