Panen Cabai 1 Hektare di Keerom Papua Dapat Stabilkan Harga

Penjabat (Pj) Gubernur Papua Muhammad Ridwan Rumasukun bersama jajaran melakukan panen cabai di Distrik Skamto, Kabupaten Keerom. (dok. papua.go.id)

Penjabat (Pj) Gubernur Papua Muhammad Ridwan Rumasukun bersama jajaran melakukan panen cabai di kebun seluas satu hektare di Arso 9, Kampung Intaimelyan, Distrik Skamto, Kabupaten Keerom, baru-baru ini.

Ridwan didampingi Pj. Ketua TP PKK Papua, Linda Onibala beserta jajaran Kepala OPD dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Keerom.

Saat kegiatan tersebut, Pj Gubernur mengapresiasi TP PKK Papua dan Dinas Pertanian Papua yang telah membina petani setempat, hingga dapat melakukan panen satu dari 10 hektare kebun yang ada.

“Ini panen yang luar biasa, dan semoga dengan panen ini, bisa membuat harga cabai di pasar itu relatif stabil,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua akan menyerahkan bantuan alat pompa air untuk memudahkan petani menyiram tanaman, termasuk mendorong subsidi bagi petani.

“Intinya keluhan dari petani seperti pemberian subsidi untuk pembelian cabai. Contoh kalau dari sini (Keerom) harganya dibeli Rp25.000 per kg, lalu ternyata di pasar dijual Rp100.000 per kg, maka Pemprov Papua beli disini antara Rp35.000 sampai dengan Rp45.000.”

Baca juga :   Presiden Joko Widodo Resmikan Bandara Siboru dan Nabire Baru di Papua

“Lalu dari Keerom kita langsung bawa ke pasar dengan begitu harga cabai bisa stabil di pasar. Sehingga memutus rantai distribusi, agar harga bisa dijangkau,” jelasnya.

Pj Ketua TP PKK Papua, Linda Onibala menyatakan, tanaman cabai yang dipanen kali ini merupakan kerja sama antara organisasinya dengan dinas pertanian.

Program ini merupakan salah satu langkah untuk membantu pemerintah menekan angka inflasi, sehingga dalam tahun ini Pemprov Papua berencana mendorong pemberian benih cabai di delapan kabupaten dan satu kota dalam program penanaman cabai di pekarangan rumah.

“Namun, saat ini kami masih fokus ke Kabupaten Keerom dulu khusunya di Arso 9. Tapi binaan kami di Arso itu ada juga di Arso 10 dan 13. Kalau dihitung ada sekitar 20 hektare yang sudah kami tanami cabai untuk persediaan di bulan Ramadan. Jadi, stok cabai sampai bulan Ramadhan dijamin aman untuk cabai,” tutur Linda.

Baca juga :   Insiden Penembakan Pesawat PK-LTF Distrik Beoga Papua Dipastikan Ditjen Hubud Pilot dan Penumpang Selamat

Kepala Dinas Pertanian Papua Semuel Siriwa memastikan total binaan kebun yang ditanami cabai besar/keriting dan merupakan binaan TP PKK Papua kerja sama dengan instansinya tersebut, berjumlah total 21 hektare.

Total produksinya diperkirakan mencapai 95 ton cabai rawit dan 70 ton cabai besar.

Sementara itu, kendala yang di hadapi petani saat ini, yakni kurangnya modal usaha dalam hal pembelian pupuk serta hal pendukung lainnya.

“Dari sarana pengelolaan tanah mereka kurang alat disinvektannya. Kemudian ketiadaan pompa air untuk penyiraman, apalagi cuaca panas seperti ini,” ujarnya.

Namun demikian, kondisi cabai menurut diestimasikan bisa bertahan antara Mei dan Juni 2024 dengan harga relatif stabil, sehingga stok Lebaran dipastikan aman untuk komoditi cabai.

Selain panen, Pj Gubernur Papua dan jajaran juga melakukan penanaman cabai di sekitar kebun tempat panen tersebut. B

Komentar