
PT MRT Jakarta (Perseroda) meluncurkan program Menjahit Perjalanan: Merayakan Perjalanan, Menyatukan Kota dan Menghidupkan Karya kepada publik.
Program ini merupakan inisiatif keberlanjutan melalui daur ulang seragam bekas milik karyawan PT MRT Jakarta (Perseroda) dan pakaian bekas milik masyarakat.
Hasilnya berupa produk yang dapat digunakan oleh masyarakat perkotaan untuk menunjang mobilitas sehari – harinya, seperti tas sepatu, pouch, card holder, lanyard, gantungan kunci, dan hasil kerajinan tangan lainnya.
Peluncuran dilaksanakan di Creative Hall, Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta yang dihadiri oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat dan komunitas penyandang disabilitas, serta masyarakat sekitar Stasiun Blok A.
“Program yang kami luncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional ini merupakan salah satu inisiatif PT MRT Jakarta dalam merespons isu keberlanjutan baik aspek sosial maupun lingkungan. Bersama Yayasan Teman Hebat Berkarya,” tuturnya.
Dia menjelaskan bahwa PT MRT menghidupkan kembali seragam bekas milik karyawan dan pakaian bekas milik masyarakat menjadi berbagai macam produk seperti tas sepatu, gantungan kunci, card holder dan pouch.
“Masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam program ini, dapat menyerahkan pakaian bekas pakainya ke dropbox yang tersedia di Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta, Bendungan Hilir, Blok M BCA dan Lebak Bulus,” jelasnya.
PT MRT Jakarta menempatkan keberlanjutan (sustainability) sebagai inti dari strategi dalam menjalankan mandat yang telah diberikan.
“Konsep dan strategi keberlanjutan kami tuangkan ke dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2022 – 2030 yang mencakup komitmen, inisiatif, hingga program dan agenda,” ujarnya.
Menurut Tuhiyat, inisiatif keberlanjutan yang dilakukan meliputi aspek lingkungan, sosial dan tata kelola sesuai dengan peta jalan keberlanjutan (sustainability road map) MRT Jakarta.
Melalui program Menjahit Perjalanan, emisi karbon dapat dikurangi hingga lebih dari 10 ton CO2e per tahun, mencegah lebih dari 1.000 potong seragam perusahaan per tahun berakhir ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau dibakar dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan pemberdayaan masyarakat di sekitar stasiun Blok A dan para penyandang disabilitas.
MRT Jakarta mengajak masyarakat Jakarta untuk mendukung zero waste dan program Circular Fashion berbasis seragam dan pakaian bekas.
Dalam program ini, seragam dan pakaian bekas akan dipilah dan dikelola ke dalam tiga hal, yaitu upcycle untuk mengolah pakaian bekas menjadi karya kreatif oleh komunitas disabilitas, thrift sale untuk mengalokasikan hasil pemilahan untuk kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan disabilitas, serta penyaluran untuk memberikan hasil karya kepada masyarakat dan lembaga yang membutuhkan.
Pakaian bekas yang masih pantas akan diubah menjadi produk bernilai guna dan barang untuk kebutuhan sehari – hari, serta hasil kerajinan tangan lainnya.
Produk daur ulang tersebut akan diluncurkan sebagai official merchandise MRT Jakarta dan dapat dijual kembali oleh Yayasan Teman Hebat Berkarya sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi lokal.
Dalam peluncuran program ini, dilakukan pula rangkaian kegiatan, yaitu bincang – bincang dengan tema inklusi sosial dan pemberdayaan melalui kreativitas, pertunjukan seni dari teman – teman penyandang disabilitas, workshop membuat produk kerajinan tangan, fashion show, serta pameran hasil karya kerajinan tangan.
PT MRT Jakarta (Perseroda) memiliki empat pilar tanggung jawab sosial dan lingkungan, yaitu MRT Pendidikan, MRT Peduli, MRT Sejahtera, dan MRT Lingkungan.
Program Menjahit Perjalanan merupakan salah satu upaya MRT Jakarta dalam mengimplementasikan pilar MRT Sejahtera yang berfokus dalam mengajak masyarakat dan menguatkan kemandirian dalam memenuhi keberfungsian ekonomi yang berkelanjutan dalam jangka panjang. B



