
PT MRT Jakarta (Perseroda) konsisten menunjukkan dukungannya terhadap industri kreatif, khususnya kekayaan intelektual (intellectual property) lokal agar semakin dikenal dan mengglobal.
Melalui kolaborasi bersama Tahilalats, PT MRT Jakarta (Perseroda) meluncurkan Tahilalats Station, sebuah toko merchandise resmi edisi kolaborasi MRT Jakarta dan Tahilalats yang terletak di dalam kawasan berorientasi transit Dukuh Atas, tepatnya di persimpangan antara Terowongan Kendal dan Jalan Blora, Dukuh Atas, Jakarta Pusat.
Peresmian dihadiri oleh Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Gubernur Provinsi Jakarta Rano Karno, Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi Jakarta Syaefuloh Hidayat, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jakarta Syafrin Liputo, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat, dan kreator Tahilalats Nurfadli Mursyiding.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Rano mendorong MRT Jakarta agar terus berinovasi menghadirkan pengalaman unik bagi masyarakat pengguna transportasi publik.
“Sejalan dengan visi Jakarta sebagai Kota Global, kami ingin menegaskan bahwa ruang publik dan transportasi massal merupakan etalase kreativitas lokal yang memperkuat citra Jakarta sebagai kota inklusif, kreatif, serta berkelas dunia,” jelasnya.
Kerja sama ini, lanjutnya, merupakan kebanggaan tersendiri dalam upaya mendukung karya kreator lokal.
“Semoga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan stasiun MRT Jakarta dan menginspirasi seniman serta kreator lokal untuk hadir di ruang – ruang publik,” ungkapnya.
Peresmian Tahilalats Station ini memiliki makna yang lebih luas, yaitu bagian dari upaya menghadirkan pengalaman yang lengkap bagi pelanggan MRT Jakarta dan pengguna transportasi publik lainnya.
Saat ini, kawasan Dukuh Atas menjadi pertemuan lima moda transportasi publik, yaitu MRT Jakarta, LRT Jabodebek, commuterline, dan transjakarta, serta rencana perpanjangan LRT Jakarta,” kata Direktur Utama Tuhiyat.
Stasiun Dukuh Atas BNI merupakan salah satu stasiun yang tingkat lalu lalangnya sangat tinggi, mencapai sekitar 25.000 pelanggan per hari (tahun 2025) atau 650.000 pelanggan hingga 700.000 pelanggan per bulan.
Bahkan, pada Desember 2025 mencapai lebih dari 781.000 pelanggan. Tingginya lalu lalang di area ini merupakan potensi besar bagi penjenamaan (branding) pengembangan kekayaan intelektual (intellectual property).
“MRT Jakarta senantiasa membuka diri untuk bekerja sama dengan industri kreatif lokal lainnya,” ungkapnya.
Tahilalats Station akan buka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Di dalamnya, masyarakat dapat membeli produk merchandise resmi kolaborasi MRTJ dan Tahilalats.
Berbagai merchandise tersebut di antaranya kaus (t-shirt), tatakan gelas (coaster), passkey, pin set, sticker pack, dan berbagai jenis allride charm, totebag, notebook, photobook, key chain, folding bag, serta gerai photobox.
Selain itu, masyarakat juga dapat membeli beragam kudapan produksi lokal dan menikmati di area atas.
Dukungan PT MRT Jakarta (Perseroda) terhadap pengembangan kekayaan intelektual lokal merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan pengalaman bermobilitas bagi masyarakat perkotaan dalam menggunakan moda transportasi publik dan menghadirkan berbagai point of interest di dalam kawasan berorientasi transit. B



