Kemenparekraf Dukung Peresmian Komunitas Relawan Aeroscue Raksa Dirgantara

Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat menerima Aeroscue Raksa Dirgantara di Gedung Sapta Pesona, Jakarta. (dok. kemenparekraf)

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Kabaparekraf) mendukung peresmian komunitas relawan yang bergerak untuk berupaya lebih dalam melakukan pencarian, pertolongan, dan penanganan kebencanaan di Indonesia, yaitu Aeroscue Raksa Dirgantara.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan, pihaknya akan mendukung peresmian Aeroscue Raksa Dirgantara yang akan digelar pada 5 Februari 2024 di Graha Bhima Sakti, Pancoran, Jakarta.

“Sektor pariwisata adalah sektor yang rentan terhadap bencana, apabila tidak dikelola dengan baik. Dampaknya akan mempengaruhi ekosistem pariwisata. Untuk itu kami membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak agar pariwisata bisa aman, nyaman, dan menyenangkan,” ujarnya.

Baca juga :   Investasi Teknologi Penting Untuk Cegah Krisis Sektor Parekraf

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf/Baparekraf Fadjar Hutomo menjelaskan, selama ini Kemenparekraf banyak berkolaborasi dengan Basarnas.

Bahkan, lanjutnya, tahun lalu pihaknya membuat simulasi wisatawan tenggelam di Pantai Pangandaran dengan rescuer yang sifatnya bahari seperti temen-temen SAR Baracuda.

“Apa yang dilakukan teman dari Aeroscue ini bermanfaat karena tentunya melihat dari ketinggian akan memiliki benefit untuk _search and rescue_nya baik di laut maupun di pegunungan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Aeroscue Raksa Dirgantara Dwi Antoro menambahkan, komunitasnya merupakan organisasi Search And Rescue (SAR) yang menyiapkan personel-personel untuk mempelajari SAR udara.

“Mungkin masih prihatin, karena yang mempelajari ini, seperti emergency landing craft selama ini hanya militer yang boleh mendekat. Kami menyiapkan rescuer yang mampu bela diri baik verbal atau fisik,” jelasnya.

Baca juga :   Ekraf yang Ditopang Digitalisasi Akan Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Nasional

Dwi Antoro menuturkan, program unggulannya akan membuat rescue challenge semua potensi SAR di Indonesia dan juga berencana membuat pararescue jumper tapi menggunakan paramotor.

“Harapan ke depan, kami ingin pariwisata yang benar-benar bekembang tanpa mengesampikan aspek safety atau keselamatan dan keamanan,” ungkapnya. B

Komentar