Kemenhub Optimalkan Pemanfaatan Aset di Pelabuhan Tanjung Redep

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Hubla) melalui Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Tanjung Redeb dan PT Mitra Samudera Kreasi melakukan penandatanganan adendum perjanjian sewa barang milik negara berupa sebagian tanah dan/atau bangunan di Pelabuhan Tanjung Redeb pada Jumat (13/1/2023).

Hal ini bertujuan untuk mengoptimalisasikan aset serta dapat mendukung dan meningkatkan fungsi pelayanan di wilayah Pelabuhan Tanjung Redeb, Berau-Kalimantan Timur.

Penandatanganan perjanjian sewa tersebut berdasarkan persetujuan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor : S-23/MK.6/KNL.1304/2022 tertanggal 24 Oktober 2022 tentang Persetujuan Barang Milik Negara Atas Sebagian Tanah dan/atau Bangunan pada Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Tanjung Redeb dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KP.1033 Tahun 2022 per 11 November 2022 tentang Pelaksanaan Sewa Barang Milik Negara Pada Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Tanjung Redeb Kabupaten Berau, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub kepada PT Mitra Samudera Kreasi.

“Dengan ditandatanganinya adendum perjanjian sewa yang berlaku dalam jangka waktu tiga tahun ini, diharapkan dapat semakin mengoptimalkan pelayanan dan pemanfaatan barang milik negara yang berada di Pelabuhan Tanjung Redeb untuk meningkatkan dan mendukung fungsi pelayanan di Pelabuhan Tanjung Redeb, sekaligus untuk meningkatkan pendapatan Negara,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dijen Hubla) Kemenhub Arif Toha di Jakarta.

Arif juga berharap melalui perjanjian tersebut dapat memberikan nilai positif bagi perekonomian, karena dengan adanya pengembangan infrastruktur pelabuhan diharapkan sektor perekonomian di Kabupaten Berau tempat Pelabuhan Tanjung Redeb berada akan semakin baik.

Baca juga :   Presiden Jokowi Tandatangani Perpres tentang FIR untuk Kedaulatan Ruang Udara Indonesia

Harapqn itu sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk terus mendorong sektor perekonomian di berbagai daerah.

Lebih lanjut, Arif menyambut baik perjanjian tersebut karena merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dengan badan usaha swasta, sehingga kolaborasi tersebut menandakan sinergi yang baik antara Ditjen Hubla dengan pihak swasta.

“Saya mewakili Kementerian Perhubungan menyambut baik adanya kerja sama ini, yang menandakan bentuk saling dukung dan meningkatkan sinergi antara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dengan Badan Usaha Swasta. Saya berharap Perjanjian Sewa ini dapat menjadi pedoman dalam pemanfaatan Barang Milik Negara,” jelas Arif.

Disaat yang sama Dirjen Hubla mengatakan, perjanjian kerja sama ini juga merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk terus berupaya melakukan pembenahan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk di bidang kepelabuhanan.

“Tujuan utama dari pembenahan di bidang kepelabuhanan tersebut adalah dalam rangka mewujudkan industri kepelabuhanan nasional yang lebih kuat, menurunkan biaya logistik nasional, meningkatkan konektivitas maritim di seluruh Indonesia, serta meningkatkan kinerja dan daya saing di bidang kepelabuhanan dan mampu berdaya saing secara global,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Mitra Samudera Kreasi Ayi Paryana menuturkan, pihaknya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada Dirjen Hubla atas kepercayaan dalam pengelolaan Barang Milik Negara (sewa lahan: 5.854 M2), dengan arus volume container (in dan out) rata rata sebulan adalah mencapai 3000 box (TEUS).

Baca juga :   Pelonggaran Prokes Perjalanan Dalam Dan Luar Negeri Jadi Titik Kebangkitan Sektor Transportasi

Pada kesempatan yang sama dia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ahong selaku Direktur PT Prima Anugrah Sejahtera Nusantara sebagai mitra kerja dan sebagai mitra lokal di Kabupaten Berau.

“Kami berkomitmen akan mendukung penuh tugas pemerintah dalam menjamin kelancaran arus barang dari dan ke kapal, meningkatkan pelayanan publik, mengutamakan keselamatan kerja khususnya di lapangan penumpukan kontainer di Pelabuhan Tanjung Redeb,” ujarnya.

Selanjutnya, dia juga memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih oleh Hotman Siagian selaku Kepala Kantor UPP Kelas II Tanjung Redeb bersama staf, yang mendapatkan Piagam Penghargaan Terbaik I, dalam kategori Pengelolaan dan Penatausahaan PNBP Terbaik Tahun 2022 (Kategori 50 s/d 100 Miliar) yang diberikan oleh Dirjen Hubla pada 4 Januari 2023.

“Kami banggga, Kantor Unit “Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Tanjung Redeb mampu meraih dan mengukir prestasi dan menjadi salah satu Regulator yang memberikan konstribusi atas penerimaan PNBP Tahun 2022 kepada Negara,” ungkapnya.

Adapun Pelabuhan Tanjung Redeb adalah selah satu penopang perekonomian di Kabupaten Berau Kalimantan Timur hingga ke Tanjung Selor Provinsi Kalimantan Utara.

“Untuk itu, kami akan terus melaksanakan tugas sesuai aturan dan ketentuan, serta akan menjaga amanah dari Kementerian Perhubungan dengan sebaik-baiknya dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang Kepelabuhanan, guna mewujudkan dunia investasi di bidang kepelabuhanan menuju Indonesia Emas 2045 ,” tutur Ayi. B

Komentar