Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 akan dilengkapi dengan penambahan titik keberangkatan baru.
Pemerintah menyiapkan dua embarkasi tambahan sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan bagi jemaah haji Indonesia.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menetapkan Provinsi Banten dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai embarkasi baru pada musim haji tahun 2026.
Kebijakan ini disebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan haji sebagai agenda strategis nasional.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, penambahan embarkasi dilakukan untuk memperluas akses layanan, sekaligus meningkatkan kenyamanan jemaah.
“Tahun ini ada tambahan dua embarkasi, yaitu embarkasi di Banten untuk Jawa Barat dan embarkasi di Yogyakarta. Wilayah Yogyakarta ini agak istimewa, karena kita membuka embarkasi tanpa memiliki asrama haji,” ujarnya.
Untuk embarkasi Yogyakarta, Kemenhaj menerapkan skema berbeda dengan memanfaatkan hotel sebagai asrama haji sementara.
Hotel tersebut akan digunakan untuk seluruh tahapan persiapan jemaah, baik saat keberangkatan maupun kepulangan.
“Ini menjadi percontohan bagaimana embarkasi bisa berjalan tanpa asrama haji,” tegasnya.
Selain membuka embarkasi baru, Kemenhaj juga melakukan evaluasi terhadap asrama haji yang telah beroperasi di berbagai daerah.
Sejumlah asrama yang dinilai kurang layak akan segera diperbaiki agar siap digunakan sebelum masa pemberangkatan jemaah.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan standar pelayanan tetap terpenuhi di seluruh embarkasi yang digunakan pada Haji 2026.
Di luar permasalahan embarkasi, Menteri Haji dan Umrah menuturkan, persiapan penyelenggaraan haji tahun 2026 menunjukkan progres signifikan, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi.
“Pemerintah telah memastikan dua syarikah yang akan melayani jemaah haji Indonesia, termasuk kesiapan lokasi utama di Arafah, Muzdalifah dan Mina,” tuturnya.
Untuk layanan pendukung, transportasi dan konsumsi jemaah di Arab Saudi disebut telah mencapai 100%.
Sementara itu, akomodasi di Madinah telah terealisasi sekitar 93%, sedangkan akomodasi di Makkah masih dalam tahap finalisasi.
Dari sisi pembiayaan, proses pelunasan biaya haji juga mencatat capaian tinggi.
Hingga penutupan sementara, tingkat pelunasan jemaah haji reguler mencapai 95,42%, sedangkan jemaah haji khusus sekitar 96%.
Pemerintah menyatakan optimistis seluruh kuota haji tahun 2026 dapat terpenuhi dalam waktu dekat. B




