Keberadaan Bandara Sultan Hasanuddin Beri Kontribusi Nyata bagi UMKM

Bandara Sultan Hasanuddin di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. (dok. bandara)
Bagikan

PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports terus berkomitmen mendorong pelaku Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) di sekitar bandar udara (bandara) agar mampu naik kelas.

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Minggus Gandeguai menyatakan bahwa dukungan terhadap UMKM berangkat dari pengalaman masa pandemi Covid-19, dengan sektor tersebut terbukti mampu bertahan dan menopang perekonomian daerah.

“Belajar dari kondisi Covid, UMKM ini tetap hidup dan bertahan dalam menunjang ekonomi. Oleh karena itu, kami ingin bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Maros untuk menyiapkan UMKM yang nantinya bisa mendukung operasional bandara, mengingat bandara ini berada di wilayah Maros,” jelasnya di sela kegiatan Seminar dan Talkshow bertajuk InJourney Airports UMKM Naik Kelas di Kabupaten Maros di Ruang Pola Kantor Bupati Maros.

Minggus berharap, keberadaan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tidak hanya berdampak pada sektor transportasi udara, melainkan juga memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar bandara.

Dia juga juga mendorong UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran agar produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Pada seminar tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi bisnis, tetapi juga layanan konsultasi usaha, pembuatan desain usaha gratis dan kesempatan mengikuti pameran produk UMKM.

Sejumlah narasumber juga turut dihadirkan di antaranya Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Kopurindag) Kabupaten Maros, konsultan SDM Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Penanggung Jawab PLUT UMKM, serta perwakilan perbankan dari BRI Maros yang membahas akses pembiayaan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) InJourney Airports, sekaligus bentuk sinergi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan Pemerintah Kabupaten Maros melalui PLUT.

Seminar ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui pembekalan pengetahuan bisnis, penguatan manajemen usaha hingga pemanfaatan teknologi digital dan akses permodalan.

Bupati Maros Andi Syafril Chaidir Syam mengapresiasi dukungan InJourney Airports yang sangat strategis bagi pengembangan UMKM lokal.

Menurutnya, keberadaan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Kabupaten Maros menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk memperluas pasar.

“Ini adalah bentuk support yang luar biasa dari Angkasa Pura kepada kami dalam mendukung UMKM di Kabupaten Maros. Melalui seminar dan pameran produk ini, UMKM kita bisa naik kelas, apalagi didukung posisi strategis Bandara Sultan Hasanuddin yang berada di Maros,” tutur Bupati Chaidir.

Dia menambahkan bahwa saat ini jumlah UMKM di Kabupaten Maros mencapai sekitar 30.000 unit usaha dan pemerintah daerah terus mendorong pelaku usaha tersebut agar berkembang dan berdaya saing melalui berbagai program pendampingan dan kolaborasi lintas sektor. B

 

 

 

 

 

 

Komentar

Bagikan