Ditjen Hubdat Kemenhub Perkuat Keselamatan dan Layanan Transportasi Jelang Angkutan Lebaran 2026

Kegiatan Talkshow Aksi Keselamatan di Car Free Day (CFD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (dok. hubdatkemenhub)
Bagikan

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubdat Kemenhub) terus mematangkan persiapan angkutan Lebaran 2026 untuk menjamin kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat saat arus mudik, serta balik.

Upaya tersebut dilakukan dengan menguatkan aspek keselamatan, kesiapan layanan transportasi hingga fasilitas pendukung bagi para pemudik.

Plt Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Perhubungan Darat Ernita Titis Dewi mengatakan, Ditjen Hubdat tengah menyiapkan program untuk mendukung penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026.

Salah satunya, dia menambahkan, adalah program mudik gratis yang sebelumnya telah sukses digelar, baik saat periode angkutan Lebaran 2026 maupun angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Secara umum, program mudik gratis tahun ini disiapkan untuk ribuan peserta mudik dengan dukungan ratusan armada bus dan tujuannya ke Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Sumatra dan ada penambahan tujuan mudik gratis juga.

“Kami mengajak masyarakat untuk terus memantau website resmi Kemenhub dan Ditjen Perhubungan Darat terkait mudik gratis agar tidak ketinggalan informasi,” jelas Titis dalam kegiatan Talkshow Aksi Keselamatan di Car Free Day (CFD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Selain program mudik gratis, Kemenhub juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi guna mendukung kelancaran dan keselamatan masyarakat saat masa mudik Lebaran 2026.

Kesiapan sarana dengan melakukan inspeksi kendaraan (ramp check) terhadap angkutan orang sebelum dioperasikan.

Sementara itu, dari sisi prasarana, Ditjen Hubdat telah meningkatkan kesiapan terminal sebagai simpul transportasi bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Prasarana Transportasi Jalan Toni Tauladan menuturkan, pentingnya naik dan turun bus di terminal, karena setiap angkutan umum yang masuk terminal akan melalui pemeriksaan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk menjamin keselamatan pengguna bus.

“Angkutan yang berangkat melalui terminal dalam SOP-nya selalu ada proses ramp check. Ketika kendaraan dan awaknya telah memenuhi persyaratan laik jalan, barulah armada tersebut mendapat izin jalan dari kepala terminal,” ujarnya.

Toni menjelaskan, guna memudahkan proses inspeksi keselamatan (ramp check) angkutan orang di terminal, saat ini Kemenhub telah menerapkan sistem digital Terminal on System (TOS) di 115 terminal tipe A yang melayani angkutan Antarkota Antarprovinsi (AKAP).

Melalui sistem digital ini, proses ramp check dapat dipantau secara online, termasuk untuk mengetahui status uji berkala kendaraan dan perizinan trayek.

“Kalau dilihat di sistem TOS, uji berkala dan trayek terpantau hijau, kendaraan bisa langsung diproses untuk mendapat persetujuan jalan dari kepala terminal. Namun, jika belum memenuhi ketentuan, maka akan dilakukan pemeriksaan ulang secara manual oleh petugas di terminal,” jelas Toni.

Untuk itu, dia mengimbau masyarakat, khususnya yang akan melakukan perjalanan mudik, untuk memilih angkutan yang berkeselamatan dengan naik dan turun bus di dalam terminal, karena bus yang beroperasi di terminal telah melalui prosedur inspeksi keselamatan sesuai ketentuan, sehingga diharapkan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan selamat sampai tujuan.

Selain memastikan kesiapan layanan transportasi, Ditjen Hubdat mengimbau masyarakat untuk selalu tertib berlalu lintas dengan mematuhi rambu dan mengikuti pengaturan lalu lintas selama masa mudik Lebaran.

Kemudian, juga penting bagi masyarakat memperhatikan informasi cuaca dan potensi wilayah rawan bencana dari BMKG, khususnya bagi pemudik yang akan melakukan penyeberangan agar perjalanan mudik dapat direncanakan dengan lebih aman.

Sementara itu, bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik dengan kendaraan pribadi, agar mempersiapkan kendaraan dan menjaga kondisi fisik dengan beristirahat secara berkala dan tidak memaksakan diri saat berkendara.

Guna mendukung hal tersebut, Kemenhub mempersiapkan sejumlah titik istirahat (rest area) untuk memastikan perjalanan mudik berlangsung aman dan masyarakat selamat sampai tujuan. B

 

Komentar

Bagikan