
Menjelang Angkutan Lebaran 2026, kesiapan layanan penyeberangan di lintasan tersibuk nasional Merak – Bakauheni terus dimatangkan.
PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) memastikan seluruh aspek operasional, keselamatan hingga pengaturan lalu lintas terintegrasi berjalan optimal guna menghadirkan perjalanan mudik yang lebih tertib dan lancar bagi masyarakat.
Komitmen tersebut mendapat perhatian langsung dari Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryo Nugroho, yang melakukan kunjungan kerja meninjau kesiapan jalur dan pelabuhan di wilayah Lampung dan Banten.
Peninjauan dilakukan dengan menyisir sejumlah titik krusial mulai dari jalan arteri menuju pelabuhan hingga kawasan operasional penyeberangan yang menjadi simpul utama mobilitas masyarakat saat Lebaran 2026.
Kegiatan juga dilanjutkan dengan rapat koordinasi lintas kementerian dan pemangku kepentingan di Gedung Sosoro, Pelabuhan Merak, guna memastikan strategi pengaturan arus mudik berjalan terpadu sejak sebelum pengguna jasa tiba di pelabuhan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur SPASDP Kementerian Perhubungan Sigit Widodo, Kepala BPJT Wilan Oktavian, Direktur Lalu Lintas Perhubungan Darat Kemenhub Rudi Irawan, Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT Jasa Raharja Putera Abdul Haris, Direktur Utama ASDP Heru Widodo, Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano, Direktur Teknik ASDP Nana Sutisna, serta jajaran pemangku kepentingan terkait lainnya.
Dalam kunjungannya, Kakorlantas meninjau Pelabuhan Bakauheni, Dermaga Wika Raya Beton dan Pelabuhan BBJ Muara Pilu.
Tahun 2026, kapasitas layanan juga diperkuat dengan hadirnya Pelabuhan Sumur Makmur Abadi (SMA) yang dapat melayani kapal roro maupun Landing Craft Tank (LCT) untuk angkutan barang dan sepeda motor.
“Tahun ini ada penambahan satu pelabuhan baru, yakni Pelabuhan Sumur Makmur Abadi. Kami berharap distribusi kendaraan menjadi lebih cepat dan arus penyeberangan semakin lancar,” ujar Irjen Agus.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menjelaskan, kesiapan operasional dilakukan melalui koordinasi intensif bersama BPTD dan KSOP dengan memastikan armada kapal berkapasitas besar beroperasi optimal selama periode Lebaran.
Pada lintasan Merak – Bakauheni disiagakan 28 unit kapal hingga 33 unit kapal per hari, lintasan Ciwandan – Wika Beton sebanyak 9 unit kapal hingga 12 unit kapal per hari, dan lintasan BBJ Bojonegara – BBJ Muara Pilu sebanyak 10 unit kapal sampai dengan 12 unit kapal per hari.
ASDP juga siap menerapkan pola operasi Tiba – Bongkar – Berangkat, dengan kapal yang sandar langsung melakukan bongkar muatan dan kembali berlayar tanpa jeda guna mempercepat rotasi kapal dan menekan antrean kendaraan.
Selain operasional, peningkatan layanan turut dilakukan melalui penambahan dermaga express, optimalisasi Port Operation Control Center (POCC) berbasis pemantauan real time, layanan pelanggan 24 jam dan penambahan fasilitas pendukung, seperti toilet portable dan penguatan sistem penerangan kawasan pelabuhan.
Sementara itu, untuk mendukung kelancaran arus mudik, ASDP siap menerapkan program stimulus diskon tarif yang diinisiasi pemerintah sebesar 100% untuk tarif jasa pelabuhan, setara rata – rata 21,9% dari total tarif penyeberangan.
Selain itu, penerapan single tarif juga akan dilakukan untuk menyamakan tarif layanan reguler dan express pada periode tertentu, sehingga tidak ada lagi perbedaan harga bagi pengguna jasa.
Tercatat, stimulus diskon tarif berlaku di 14 pelabuhan dan tujuh lintasan strategis, mencakup pejalan kaki, serta kendaraan Golongan II dan IVA pada layanan reguler, serta pejalan kaki dan kendaraan Golongan II pada layanan express.
Kebijakan ini dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat selama periode mudik.
Sementara itu, kebijakan single tariff diterapkan khusus di Pelabuhan Merak pada 13 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 15.00 WIB dan di Pelabuhan Bakauheni pada 23 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Skema ini mencakup pejalan kaki dan kendaraan Golongan I, II, III, IVA, VA, hingga VIA guna mendukung distribusi layanan yang lebih merata pada puncak arus pergerakan.
ASDP juga mengimbau seluruh pengguna jasa agar segera melakukan pembelian tiket secara mandiri melalui aplikasi dan website Ferizy atau sales channel resmi dan pastikan telah bertiket sebelum berangkat, serta tiba di pelabuhan sesuai jadwal tertera di tiket.
Hal penting selanjutnya, saat membeli tiket pengguna jasa diwajibkan untuk melakukan pengisian data identitas diri dengan lengkap dan benar, karena pencatatan manifest yang akurat sangat krusial dalam sistem layanan penyeberangan guna memastikan jumlah penumpang dan kendaraan sesuai kapasitas kapal, serta memudahkan proses penanganan dalam kondisi darurat.
“Seluruh kesiapan ini merupakan upaya menghadirkan layanan Angkutan Lebaran yang lebih tertib, aman dan terkendali. ASDP berkomitmen menjaga konektivitas antarpulau, sekaligus memastikan perjalanan masyarakat berlangsung nyaman,” tutur Heru. B



