Angkutan Kargo Jadi Bisnis Penopang Maskapai Penerbangan

Pengiriman kargo menggunakan PT Jasa Angkasa Semesta Tbk. (dok. ptjas.co.id)

Angkutan udara untuk penumpang masih dalam tahap pemulihan setelah dua tahun lebih berada dalam situasi pandemi yang membuat industri ini terpuruk.

Namun, tidak demikian halnya dengan bisnis kargo udara, karena bisnis ini justru menunjukkan hasil positif di masa pandemi.

Bahkan, Buku Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Aviaton Outlook 2022-2023 mencatat angkutan kargo udara menjadi penopang maskapai penerbangan, sehingga mampu bertahan di masa sulit yang penuh tantangan ini.

Buku tersebut menjelaskan bahwa menggeliatnya sektor kargo udara ditandai tingginya volume kargo yang dipicu tumbuhnya bisnis e-commerce.

Sebagaimana diketahui, di masa pandemi terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat, dari berbelanja secara offline menjadi berbelanja secara online melalui e-commerce.

“Apabila melihat data PT Angkasa Pura II (AP II) dan PT Angkasa Pura I atau Angkasa Pura Aiports terlihat bahwa di bandara-bandara kelolaan mereka mengalami peningkatan atau pertumbuhan kargo udara,” tulis buku yang diterbitkan INACA, yang merupakan sebuah Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia dibawah kepemimpinan Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja dan Bayu Sutanto, Sekjen INACA.

Baca juga :   MoU Jeju Air-Pemprov Sulut Buka Penerbangan Korsel-Manado

Secara kumulatif volume angkutan kargo AP II yang mengelola 20 bandara di Indonesia, sebanyak 859.330 ton pada tahun 2021 atau meningkat sekitar 20,53% jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebnayak 712.990 ton.

Dari seluruh bandara kelolaan AP II, Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang paling banyak melayani angkutan kargo di tanah air. Pada tahun 2021 di Bandara Soekarno-Hatta tercatat 702.787 ton, atau 81,78% dari total volume angkutan kargo di seluruh bandara AP II.

Melihat kinerja positif angkutan kargo yang positif, AP II optimistis angkutan kargo akan kembali tumbuh di tahun 2022.

Bahkan, AP II memperkirakan volume angkutan kargo di 20 bandara kelolaannya akan mencapai total sekitar 1 juta ton atau naik sekitar 23% dibandingkan dengan tahun 2021.

Sementara itu, traffic kargo di 15 bandara Angkasa Pura Airports pada Kuartal I/2022 mengalami peningkatan 5,8% menjadi 113.939.985 kg kargo dari 107.686.309 kg kargo pada Triwulan I.

Baca juga :   Bandara Soekarno-Hatta Buka Terminal 2F untuk Layani Penerbangan Umrah

Pada tahun 2021, Angkasa Pura Airports memproyeksikan dapat melayani hingga 451.024.000 kg kargo hingga akhir 2022, atau meningkat 4% dibandingkan dengan tahun 2021 yang melayani kargo hingga 433.904.000 kg.

Kenaikan angkutan kargo udara tahun 2022 juga ditunjang dengan naiknya volume angkutan kargo udara pada peak season periode Lebaran 2022 selama 22 hari (22 April 2022 hingga 13 Mei 2022).

Pada periode Lebaran tersebut, bandara kelolaan AP II secara kumulatif tercatat melayani sekitar 41.500 ton, yang terdiri dari angkutan kargo domestik sebanyak 23.856 ton dan angkutan kargo ekspor-impor sebanyak 17.644 ton.

Artinya, volume angkutan kargo domestik saat angkutan Lebaran 2022 pada 22 April – 13 Mei 2022 naik sekitar 11 persen, dibandingkan dengan periode angkutan Lebaran 2019 pada 26 Mei – 16 Juni 2019 sebelum pandemi. B

Komentar