Ada 58.000 Jemaah Umrah Indonesia Tertahan di Arab Saudi

Jemaah umrah di bagian Imigrasi Bandara Arab Saudi (dok. himpuh)
Bagikan

Tercatat sebanyak lebih dari 58.000 jemaah umrah Indonesia saat ini belum dapat kembali ke tanah air sesuai jadwal akibat gangguan penerbangan internasional yang dipicu eskalasi konflik regional Iran dan Amerika Serikat (AS).

Situasi tersebut menempatkan ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) dalam posisi rentan, baik dari aspek kepastian perjalanan, keamanan maupun kepastian pelayanan, menyusul meningkatnya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah negara tetangga Arab Saudi telah mengambil langkah penutupan ruang udara untuk kedatangan dan keberangkatan penerbangan.

Negara – negara yang menutup ruang udara antara lain Qatar, Uni Emirat Arab (UAE), Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah.

Sementara itu, Arab Saudi bersama beberapa negara lain, seperti Oman, Yordania, dan Lebanon masih mengoperasikan penerbangan secara terbatas dengan status waspada, menyesuaikan dengan perkembangan situasi keamanan ke depan.

Pemerintah memastikan bahwa situasi dan kondisi di dalam wilayah Arab Saudi hingga saat ini tetap aman dan terkendali.

Aktivitas umum berjalan normal dengan peningkatan kewaspadaan sesuai standar keamanan yang berlaku.

Mengantisipasi potensi keterlambatan atau pembatalan penerbangan yang dapat menyebabkan jemaah umrah tertahan (stranded) di bandar udara (bandara), Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah bergerak cepat melakukan langkah – langkah mitigasi.

Staf Teknis Urusan Haji KUH Jeddah Muhammad Ilham Effendy menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif secara intensif.

“KUH telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shift dan disebar di tiga titik bandara, yakni Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia) dan Terminal Haji. Langkah ini untuk memastikan pendampingan dan koordinasi berjalan optimal bagi jemaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan,” ujarnya di Jeddah.

Selain itu, KUH Jeddah juga membuka komunikasi intensif dengan pihak maskapai penerbangan, travel penyelenggara dan syarikah (mitra travel di Arab Saudi) guna mencari solusi terbaik bagi jemaah yang tertunda kepulangannya akibat pembatalan atau penyesuaian jadwal penerbangan.

Di sisi lain, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh WNI di Arab Saudi untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi dinamika situasi keamanan kawasan.

WNI juga diminta untuk terus memantau perkembangan informasi resmi dari otoritas setempat dan perwakilan Republik Indonesia.

Pemerintah Indonesia melalui perwakilan di Arab Saudi terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan otoritas terkait guna memastikan keamanan, keselamatan, serta kenyamanan jemaah umrah Indonesia tetap terjaga.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan selalu merujuk pada sumber resmi pemerintah. B

Komentar

Bagikan