Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra memastikan pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat terus berjalan.
Hingga 5 Oktober 2026, seluruh jalan dan jembatan nasional di tiga provinsi tersebut telah pulih 100%, sedangkan penyelesaian jalan dan jembatan daerah terus dipercepat.
Hal itu disampaikan Juru Bicara (Jubir) Satgas PRR Amran saat Konferensi Pers Pascabencana Alam Sumatra di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, baru – baru ini.
Menurutnya, untuk infrastruktur jalan nasional dan jembatan nasional itu sudah 100% hingga sekarang ini.
Amran menjelaskan, saat ini penanganan jalan dan jembatan daerah menjadi perhatian guna memastikan konektivitas masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali berjalan secara optimal.
Mengenai jalan daerah, progres pemulihan di Aceh telah mencapai 94,20%, Sumatra Utara 98,53% dan Sumatra Barat 83,23%.
Sementara itu, progres jembatan daerah mencapai 58,93% di Aceh, ada 93,98% di Sumatra Utara dan 59,50% di Sumatra Barat.
“Jembatan daerah ini berprogres, dan akan terus diupayakan hingga tuntas secepatnya dan juga pembangunan infrastruktur ini, jembatan itu juga didukung oleh TNI Angkatan Darat dan Polri. Untuk jembatan Bailey ada beberapa yang sudah progres dilaksanakan,” jelas Amran yang juga Direktur Kawasan, Perkotaan dan Batas Negara Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri.
Selain infrastruktur jalan dan jembatan, pemulihan hunian masyarakat juga terus berlangsung.
Dari target pembangunan 57.027 unit hunian tetap (huntap), hingga 5 Oktober 2026 sebanyak 2.085 unit telah selesai. Sementara itu, dari target 20.803 unit hunian sementara (huntara), sebanyak 20.770 unit atau hampir 100 persen selesai dibangun.
Amran menambahkan, pembangunan huntap memerlukan sejumlah tahapan, mulai dari penyiapan lahan hingga pembangunan fisik.
Oleh karena itu, lanjutnya, proses tersebut terus dikawal agar dapat diselesaikan secara bertahap, sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat terdampak.
“Capaian ini terus ditingkatkan karena masyarakat membutuhkan kepastian tempat tinggal tentunya dan kita berharap bahwa ini akan selesai tepat pada waktu yang ditentukan,” ujarnya.
Di sisi lain, pemulihan layanan dasar juga terus menunjukkan perkembangan. Fasilitas kesehatan dan pendidikan telah berfungsi secara fungsional 100%.
Dari 1.593 rumah ibadah, sebanyak 1.558 unit telah kembali beroperasi. Sementara itu, pemulihan 490 lembaga pendidikan keagamaan terus dilakukan melalui rehabilitasi dan rekonstruksi.
Layanan dasar lainnya, seperti listrik, layanan SPBU dan akses internet di Aceh, Sumatra Utara, serta Sumatra Barat juga telah berfungsi 100%.
Adapun normalisasi sungai dan muara terus dilakukan untuk mengurangi risiko bencana lanjutan.
Satgas PRR terus mengawal penyelesaian infrastruktur daerah, pembangunan hunian, normalisasi sungai dan muara.
Percepatan tersebut dilakukan agar rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat dituntaskan sesuai target, sekaligus memastikan masyarakat terdampak kembali memperoleh konektivitas, hunian, serta layanan dasar secara optimal. B




