Pelabuhan Perikanan Pengambengan Jembrana Mulai Dibangun

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana, Bali. (dok. kkp)
Bagikan

Proyek pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Kabupaten Jembrana di Provinsi Bali segera memasuki tahap konstruksi.

Menurut Kepala PPN Pengambengan Kartono, proyek yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) itu dijadwalkan groundbreaking atau peletakan batu pertama pada 29 September 2026.

“Rencana pengembangan PPN Pengambengan telah digagas sejak 2019, seiring dengan penataan Pelabuhan Benoa. Salah satu rencananya adalah memindahkan aktivitas kapal perikanan dari Benoa ke Pengambengan,” jelasnya.

Kartono menuturkan, pengembangan PPN Pengambengan merupakan bagian dari program Integrative Fishing Port and International Fish Market (FIS-1).

Proyek tersebut didukung pembiayaan luar negeri melalui Islamic Development Bank (IsDB) senilai Rp1,2 triliun.

“PPN Pengambengan dipilih, karena strategis dengan potensi sumber daya ikan yang besar. Pelabuhan ini dirancang untuk menjadi pusat aktivitas perikanan tangkap yang modern, efisien dan terintegrasi dengan rantai pasok hilir,” jelasnya.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menambahkan, rencana pengembangan PPN Pengambengan telah melalui pembahasan panjang dengan pemerintah pusat dan kementerian terkait.

“Jadi, ini memang diskusi yang cukup panjang sejak 2018–2019 saat penataan Benoa selesai, maka kapal ikan yang ada di Benoa akan pindah ke Jembrana,” tuturnya.

Menurut Kembang, pada tahap awal pembangunan, kondisi akses keluar – masuk kapal nelayan perlu menjadi perhatian.

Dia meminta pengerukan sedimentasi di mulut kolam labuh menjadi salah satu pekerjaan yang diprioritaskan.

“Ada pendangkalan, sedimentasi, supaya itu dikeruk sehingga kapal – kapal yang selama ini sulit masuk bisa masuk,” katanya.

Selain pengerukan, Kembang meminta proyek tersebut melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lokal, terutama dalam penyerapan tenaga kerja dan pemasok bahan bangunan yang memenuhi persyaratan.

“Jadi, mereka merasakan dampaknya dari awal, merasa memiliki, termasuk juga jangan sampai proyek ini meninggalkan masalah,” ungkapnya.

Kembang berharap pengembangan pelabuhan tidak hanya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga menggerakkan perekonomian Jembrana melalui aktivitas industri perikanan dan sektor pendukung lainnya.

“Potensi PAD bagi kami penting, tetapi yang paling penting bagaimana dampak ekonomi, multiplier effect terhadap keberadaan proyek ini. Akan banyak sekali terbangun pabrik, membutuhkan tenaga kerja dan banyak orang datang. Tentu kita melihat potensi itu,” ungkapnya. B

 

Komentar

Bagikan