Pemprov Jakarta Targetkan Penambahan 10.000 Armada Bus Transjakarta hingga Tahun 2029

Para pengemudi dan angkutan bus listrik Transjakarta. (dok. jakarta.go.id)
Bagikan

Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan penambahan sebanyak 10.000 unit armada bus Transjakarta hingga tahun 2029.

“Pasti, pasti ditambah armadanya, bahkan target saya di tahun 2029, 10.000 bus Transjakarta,” ujarnya di kawasan Jakarta Utara.

Dia menjelaskan, nantinya seluruh armada tersebut merupakan bus listrik.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Jakarta mengupayakan agar pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) oleh pemerintah pusat sebesar Rp15 triliun tidak mengganggu target penggunaan bus listrik Transjakarta sebanyak 50% pada tahun 2027.

Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jakarta Ujang Harmawan mengatakan, target pada tahun 2030 adalah sebanyak 10.047 unit bus listrik, sedangkan pada tahun 2027 sebanyak 50% dari target tahun 2030.

“Penyediaan infrastruktur dan yang lainnya itu menjadi tantangan kami untuk mewujudkan transportasi Jakarta yang aman, ramah lingkungan,” tutur Ujang.

Seperti diketahui, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menargetkan penambahan 200 unit bus listrik hingga akhir tahun 2025, sehingga total armada bus listrik mencapai 500 unit.

Dari 200 unit bus tambahan tersebut, 120 unit di antaranya sudah beroperasi, sementara 80 unit lainnya masih dalam proses.

Rute – rute yang dilalui bus listrik, yakni Rute 1A (Pantai Maju – Balai Kota), Rute 1W (Blok M – Ancol), Rute 4 (Pulo Gadung – Galunggung), Rute 4K (Pulo Gadung – Kejaksaan Agung), dan Rute 5 (Kampung Melayu – Ancol).

Kemudian, ada pula rute 5C (Cililitan – Juanda), Rute 6B (Ragunan – Balai Kota via Semanggi), Rute 6H (Senen – Lebak Bulus), Rute 6M (Stasiun Manggarai – Blol M), Rute 8 (Lebak Bulus – Pasar Baru), dan Rute 10C (Tanjung Priok – PGC). B

 

 

Komentar

Bagikan