PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Persero mengumumkan bahwa program stimulus ekonomi berupa diskon tiket sebesar 20% dari tarif dasar kelas ekonomi pada periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) telah berakhir pada 10 Januari 2026 dengan tingkat serapan mencapai 99%.
Sepanjang periode keberangkatan 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, total penjualan tiket diskon tercatat sebanyak 414.634 tiket, dengan realisasi kuota diskon mencapai 99% dari total anggaran Rp24,8 miliar.
Sekretaris Perusahaan Pelni Ditto Pappilanda menyatakan bahwa realisasi penumpang tertinggi pada periode program diskon saat arus mudik terjadi pada 18 Desember 2025 dengan total 27.489 orang.
Sementara itu, realisasi penumpang tertinggi saat arus balik tercatat pada 8 Januari 2026 dengan 23.921 orang.
“Secara keseluruhan, jumlah penumpang yang memanfaatkan diskon mencapai 414.634 orang atau 103% dari target yang telah ditetapkan, yaitu 405.881 penumpang. Capaian ini menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap program stimulus pemerintah yang dikelola Pelni,” ujar Ditto.
Meski jumlah penumpang mengalami peningkatan, dia menegaskan, komitmen Pelni untuk tetap mengutamakan keselamatan pelayaran dengan memastikan kepatuhan terhadap standar operasional kapal.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah dan khususnya Kementerian Perhubungan yang telah mempercayakan Pelni sebagai pelaksana program stimulus ini. Terima kasih juga kepada seluruh masyarakat yang telah memilih kapal PelniI sebagai sarana transportasi selama mudik Nataru 2025/2026,” tutur Ditto.
Pencapaian perusahaan dalam program stimulus ekonomi ini, menunjukkan bahwa Pelni berperan penting dalam mewujudkan tujuan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Pelni juga berkomitmen untuk terus mendukung visi pemerintah dengan memperkuat konektivitas antarwilayah di Indonesia, mendorong pariwisata domestik dan memperluas akses masyarakat terhadap transportasi laut yang aman dan terjangkau,” ungkapnya.
Ini lima ruas terpadat :
1. Batam – Belawan (18.305 penumpang).
2. Belawan – Batam (17.952 penumpang).
3. Makassar – Bau-Bau (6.838 penumpang).
4. Bau-Bau – Makassar (5.589 penumpang).
5. Jayapura – Biak (5.279 penumpang).
Lima Pelabuhan Kedatangan Terpadat :
1. Makassar (31.388 Penumpang)
2. Ambon (26.826 Penumpang)
3. Batam (21.096 Penumpang)
4. Belawan (20.878 Penumpang)
5. Bau-Bau (19.559 Penumpang)
5 Pelabuhan Keberangkatan Terpadat :
1. Makassar (30.508 penumpang).
2. Ambon (26.699 penumpang).
3. Batam (22.702 penumpang).
4. Belawan (19.842 penumpang).
5. Kupang (18.750 penumpang).
Saat ini, Pelni sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa pelayaran mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan.
Selain angkutan penumpang, Pelni juga melayani 30 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah 3TP, dengan kapal perintis menyinggahi 229 pelabuhan dengan total 516 ruas dan 2.515 rute. B




