by

Usman Effendi Kunjungi 107 Bandara Dalam 2,5 Tahun

Selama menjabat sebagai Kepala Otoritas Bandara (Otban) Wilayah X Merauke, terhitung sejak 23 September 2017 – Maret 2020, Usman Effendi telah berhasil mengunjungi 107 bandara.
Awalnya, Kaotban Usman menargetkan 100 bandara di wilayah Otban X yang harus dikunjungi selama menjalankan tugas sebagai Kepala Otban. Kunjungan tersebut dilakukan Usman tidak hanya sebatas fungsional sebagai Kepala Otoritas Bandara Wilayah X, tetapi juga untuk membangun hubungan baik dengan masyarakat pedalaman di Provinsi Papua.

“Dari 107 bandara itu di antaranya adalah 35 UPBU, lima satpel dan 67 lapter yang sebagian besarnya berada di Kabupaten Yahukimo. Saya mengunjungi bandara-bandara itu untuk melakukan pengawasan verifikasi yang dilakukan oleh inspektur Otban X sehingga dapat mengetahui apa yang terjadi dan kendala apa saja yang dihadapi bandara tersebut serta dapat mengenal masyarakat Papua yang berada di pedalaman. Karena mereka yang hidup di pedalaman Papua juga saudara kita, bagian dari NKRI,” ungkap Kaotban Usman.

Usman sangat bersyukur Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menunjuk dirinya sebagai Kepala Otoritas Bandara Wilayah X Merauke, karena melalui penugasan ini ia dapat mengenal wilayah Papua yang sebagian besarnya hanya dapat diakses oleh transportasi udara.

“Saya bersyukur ditugaskan di Papua, karena di sini saya tidak hanya menjalankan tugas dalam melayani masyarakat terkait keamanan dan keselamatan penerbangan serta kebutuhan transportasi udara, tetapi juga memiliki pengalaman tak terlupakan tentang betapa baik dan ramahnya masyarakat Papua,” ujarnya sambil memandang sebuah bingkai foto kunjungannya ke salah satu lapter di Kabupaten Yahukimo, Papua.

Setelah dilakukan verifikasi oleh inspektur Otoritas Bandara Wilayah X, menurut Usman, masyarakat sangat berharap lapter-lapter yang dibangun oleh masyarakat dan gereja yang berada di wilayah terdepan, terisolir dan terdalam itu bisa dilayani penerbangan perintis penumpang maupun kargo.

Selama ini lapter-lapter yang ada mayoritas dibangun oleh masyarakat dengan manual menggunakan linggis, cangkul, skop dengan disiram air agar tanahnya menjadi lembek dan mudah digali atau diratakan. Lapter-lapter tersebut merupakan swadaya masyarakat tanpa ada bantuan dari Pemerintah, dan lapter-lapter itu ada yang sudah dibangun selama 21 tahun serta ada juga yang paling singkat, yakni baru dibangun tujuh bulan. Sementara pesawat yang terbang ke lapter-lapter tersebut adalah penerbangan charter dengan biaya yang terbilang cukup mahal untuk satu kali terbang.

Selain meningkatkan keselamatan, keamanan penerbangan dan kelancaran pelayanan terhadap pengguna jasa di UPBU kelas I dan II, stakeholder penerbangan dan regulated agent dengan melaksanakan pengawasan, pengendalian dan pembinaan, selama menjabat sebagai Kepala Otban X juga Usman berupaya merubah mindset Kepala UPBU Kelas III di Provinsi Papua, pejabat struktural eselon V dan PNS atau anggota lainnya. Mereka ini diharapkan untuk lebih sering ke lokasi bandara tempat mereka ditugaskan meskipun berada di pedalaman untuk melaksanakan tugas pelayanan dan langsung bersentuhan dengan masyarakat atau penumpang.

“Alhamdulillah dua setengah tahun sudah mengalamI kemajuan yang sangat pesat. Pimpinan, pejabat eselon V dan sebagian besar PNS sudah 96% melaksanakan tugas dilapangan atau lokasi. Walaupun masih ada yang ke lokasi secara bergantian, mengingat fasilitas rumah dinas jumlahnya masih terbatas,” tutur Kaotban Usman.

Penugasan Usman di Papua sempat membuat cemas keluarganya, apalagi dengan kunjungan Usman ke pedalaman Papua. Namun ia optimis bahwa semua akan baik-baik saja dan tidak ada hal buruk yang terjadi. Semua itu dibuktikan hingga ia menyelesaikan tugasnya dengan baik sebagai Kepala Otoritas Bandara Wilayah X Merauke sampai purnabakti dengan apresiasi luar biasa dari masyarakat Papua. (*)

Bagikan Berita

Comment

BERITA TERKAIT