by

Politeknik Penerbangan Surabaya Go International setelah Dies Natalis ke-30

Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya tahun 2020 ini memasuki usia ke-30. Untuk memperingati dies natalis ke-30 Poltekbang Surabaya sejumlah rangkaian acara digelar.
Direktur Poltekbang Surabaya Achmad Setiyo Prabowo berharap keberadaan Poltekbang Surabaya dapat terus memberikan sumbangsih pembinaan karakter bagi para pemuda-pemudi.
“Semoga Poltekbang Surabaya ini tetap berjaya, dari tahun ke tahun semakin bagus, berprestasi dan tentunya memberikan manfaat pembinaan karakter bagi pemuda-pemudi kita di Jatim,” ujar Setiyo saat Apel Dies Natalis ke-30 Poltekbang Surabaya di Lapangan Dirgantara, Kampus Poltekbang, Surabaya, Selasa (17/3/2020).

Perkembangan Poltekbang Surabaya bisa dilihat pula dari prodinya. Sekarang sudah ada tujuh prodi (teknik listrik bandara, teknik navigasi udara, teknik lalu lintas udar, teknik bangunan dan landasan, teknik perawatan pesawat udara, manajemen transportasi udara, komunikasi penerbangan).

Tujuh prodi itu menampung 995 taruna-taruni dalam tiga tingkatan. Namun jumlah ini tidak termasuk yang di luar. Harapan Setiyo, Poltekbang Surabaya saat memasuki usia ke-30 tahun, bisa go international. Juga bisa menerima peserta diklat dari luar. Saat ini ada dari negara tetangga Timor Leste.

“Alumni sudah banyak menjadi pimpinan di perusahaan. Bahkan non akademik ada yang menjadi atlet anggar,” kata Setiyo berbicara soal prestasi. Setiyo menambahkan Poltekbang Surabaya meraih beberapa penghargaan, diantaranya mendapatkan predikat Prima Madya dalam kegiatan Penilaian Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik di Lingkungan Perhubungan Tahun 2016. Selain itu, dengan predikat yang sama juga diraih pada kegiatan Penilaian Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik Sektor Transportasi Tahun 2018. Penghargaan lain yang diterima yaitu Penilaian Kerapian dan Kebersihan Area Kerja Pada Unit Kerja di Lingkungan Kementerian Perhubungan Tahun 2018 untuk kategori unit pendidikan.

Selanjutnya Setiyo yang pernah menjadi Direktur ATKP Medan dan ATKP Makassar menyatakan keinginannya diantaranya meningkatkan kapasitas SDM tenaga pendidik, memodifikasi kampus lebih manis. “Dan memotivasi taruna-taruni,” kata Setiyo yang memegang dua motto yakni K3 dan SMS. Apa itu SMS? “Selesaikan masalah dengan senyum,” katanya. Sedangkan K3 adalah komunikasi, koordinasi dan kolaborasi.

Sementara itu Heri Sudarmaji, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara (PPSDMPU) Kemenhub ikut memberikan motivasi kepada taruna dan taruni Poltekbang Surabaya. “Bangkit untuk go international Agar lulusan bisa bekerja di luar negeri, lulusan bisa terserap bukan jadi pengangguran, berstandar internasional, dan memenuhi aturan yang ada,” kata Heri (*)

Bagikan Berita

Comment

BERITA TERKAIT