by

Bandara Senggeh Segera Hadirkan Angkutan Penumpang

Keberadaan Bandara Senggeh di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, diharapkan bisa menjadi ikon daerah yang berada di perbatasan NKRI dengan Papua Nugini. Namun diharapkan pula bisa melayani penerbangan penumpang, setelah melayani kargo.

Saat ini penerbangan di Bandara Senggeh masih sebatas penerbangan kargo tidak berjadwal. Penerbangan ini untuk mendistribusikan barang, baik kebutuhan logistik maupun material bangunan, ke daerah pedalaman Papua.

Kepala Bandara Senggeh M. Sarif Hidayat mengemukakan, sebagai kepala bandara baru di Senggeh menggantikan Kabandara Markus Banne Padang. selanjutnya, selain melanjutkan program yang sudah ada, Kabandara juga berusaha untuk menghadirkan penerbangan khusus penumpang. Keinginan ini didasarkan fakta bahwa masyarakat sekitar bandara juga memiliki hubungan kekerabatan dengan wilayah Papua lainnya seperti Pegunungan Bintang. Masyarakat kerap bepergian ke kerabat mereka. Pertimbangan lain adalah untuk layanan kesehatan masyarakat.

“Memang menuju Jayapura bisa ditempuh lewat darat selama empat jam, namun kondisi jalan sangat tidak memungkinkan jika membawa pasien darurat yang membutuhkan pertolongan medis. Meskipun di sini ada Puskesmas, namun belum memadai. Sementara yang tercepat adalah pesawat. Oleh karena itu, kami akan berusaha menghadirkan penerbangan khusus penumpang di bandara ini secepatnya,” kata Kabandara.

Memperbaiki Bandara

Sarif yang sebelumnya bertugas sebagai Kepala Bandara Wasior, Papua Barat, menambahkan bahwa akan memperbaiki apa yang harus diperbaiki di bandara yang memiliki runway sepanjang 900 meter x 23 meter itu. Sementara yang sudah baik akan ditingkatkan dan yang kurang akan ditambahkan.

“Selain program menghadirkan penerbangan untuk penumpang, saya dan anggota juga berusaha untuk meningkatkan semuanya sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan penerbangan. Misalkan melakukan pemagaran parimeter di tahun ini. Apalagi Bandara Senggeh masih membutuhkan pengembangan namun terkendala lahan,” ungkap Kabandara. Ditambahkannya, secepatnya akan melakukan koordinasi dengan Pemda setempat agar pengembangan bandara bisa segera terlaksana. Apalagi sesuai masterplan, runway di bandara ini bisa dikembangkan hingga 1.750 meter x 30 meter dan bisa didarati pesawat jenis ATR-72.

Walau hanya melayani penerbangan kargo tidak berjadwal, kehadiran bandara ini memberikan dampak positif bagi Kabupaten Pegunungan Bintang yang terdapat 10 lapter. Melalui bandara ini, penerbangan kargo tidak berjadwal tersebut terbang ke 10 lapter (lapangan terbang) itu membawa kebutuhan logistik dan lainnya, serta tiga UPBU yang dilayani oleh Bandara Senggeh, yaitu Bandara Oksibil, Bandara Kiwirok dan Bandara Batom.

Berdasarkan catatan tiga tahun terakhir, kargo yang diangkut dari Bandara Senggeh terus meningkat. Pada tahun 2017, cargo diangkut sebanyak 28,135 Kg, tahun 2018 sebanyak 145,170 Kg dan tahun 2019 sebanyak 360,608 Kg. (*)

Bagikan Berita

Comment

BERITA TERKAIT