by

Bandara Kepi Memiliki Peran Penting Pengembangan Daerah

Kehadiran Bandara Kepi di Kabupaten Mappi, Provinsi Papua, memiliki peran penting bagi kemajuan daerah itu. Sebagai salah satu kabupaten baru di Provinsi Papua, kehadiran transportasi udara di daerah itu memiliki peran penting dalam pengembangan daerah tersebut.

Kabupaten Mappi yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Merauke memiliki ladang sawah yang begitu luas sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai lumbung padi. Dengan adanya transportasi udara di daerah itu melalui Bandara Kepi tentu diharapkan dapat mewujudkan harapan tersebut.

Kepala Bandara Kepi Drajat Perwira Jati mengemukakan, bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Mappi sedang gencar-gencarnya mengembangkan daerah dengan mendatangkan investor guna mendorong pertumbuhan ekonomi di Mappi. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Mappi sangat berharap penerbangan di Bandara Kepi secepatnya dapat dilayani oleh pesawat jenis ATR-72. “Pemerintah Kabupaten Mappi sangat mendukung sekali pengembangan bandara ini karena investor ingin berkunjung ke daerah ini yang pertama ditanyakan adalah aksesnya. Oleh karena itu pengembangan Bandara Kepi terus digenjot dan Pemda pun mendukung penuh,” katanya saat bertemu dengan tim Majalah Bandara di Kepi beberapa waktu lalu.

Panjang landasan pacu Bandara Kepi saat ini 1.200 meter x 30 meter dan hanya bisa didarati pesawat jenis ATR-42, namun saat ini landasan pacutersebut belum bisa didarati oleh pesawat jenis tersebut karena masih menunggu verifikasi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. “Masih pesawat jenis Grand Caravan dan Twin Otter saja yang mendarat di bandara ini, karena kami masih menunggu proses verifikasi,” ujar Kabandara.

Selain itu, Drajat juga menambahkan bahwa keinginan Pemda, bandara itu bisa memiliki landasan pacu sepanjang 2.500 meter x 45 meter sehingga bisa didarati pesawat berbadan lebar agar konektivitas pun menjadi lebih mudah. Namun program terdekat pengelola Bandara Kepi adalah memperpanjang landasan pacu hingga 1.700 meter x 30 meter. “Idealnya target terdekat kami adalah ATR-72, itu yang sesuai dengan kebutuhan saat ini. Namun demikian, di masterplan landasan pacu bandara ini sepanjang 2.500 meter x 45 meter,” jelasnya.

Selain mengejar pengembangan bandara agar dapat didarati pesawat yang lebih besar, Drajat berharap Pemda setempat juga dapat mempersiapkan sarana dan prasarana publik di daerah itu yang saat ini dirasakan masih sangat kurang, sehingga ketika investor itu datang untuk berinvestasi tidak hanya transportasi udara saja yang sudah memadai, tetapi daerah juga sudah siap dengan fasilitas publik seperti akomodasi dan telekomunikasi karena saat ini signal di daerah itu terbilang sangat sulit.

Dengan hadirnya transportasi udara di Kepi tidak hanya untuk menunjang kegiatan Pemerintahan setempat saja serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga menjadi andalan masyarakat guna keluar masuk masuk daerah itu. Karena jika tidak ada penerbangan yang dilayani oleh Bandara Kepi, maka masyarakat harus menggunakan jalur laut menuju Merauke selama tujuh jam perjalanan sementara dengan pesawat hanya 50 menit saja menuju Merauke. “ (PN)

Bagikan Berita

Comment

BERITA TERKAIT