by

Bandara Kepi Hub di Kabupaten Mappi

Penerbangan di Bandara Kepi setiap hari selalu ramai meskipun hanya pesawat jenis Grand Caravan dan Twin Otter saja yang mendarat di bandara itu. Baik penerbangan komersil maupun perintis dilayani oleh bandara itu.

Berada di Ibukota Kabupaten Mappi, Provinsi Papua, Bandara Kepi menjadi hub bagi bandara sekitarnya yang berada di kabupaten tersebut, yakni Bandara Bade, Bandara Senggo dan Bandara Aboge yang ingin menuju ke Merauke.

Di tengah keterbatasan fasilitas yang dimiliki Bandara Kepi, namun pengelola bandara itu berupaya semaksimal mungkin melayani penumpang pesawat di Bandara Kepi. “Fasilitas di bandara ini masih sangat terbatas. Namun keterbatasan ini tidak menjadi halangan bagi kami untuk melayani penumpang pesawat di bandara ini,” ungkap Drajat Perwira Jati, Kepala Bandara Kepi.

Tidak pernah terbayangkan penerbangan di Bandara Kepi kini terus mengalami peningkatan bahkan untuk mendapatkan tiket pesawat Merauke – Kepi pun hingga waiting list karena tingginya demand penumpang tujuan Kepi. Meskipun penerbangan komersil Susi Air rute Merauke – Kepi sudah terbang setiap hari. “Rute Merauke – Kepi itu komersil tapi untuk mendapatkan tiketnya cukup sulit ya, waiting list. Sedangkan rute Kepi – Bade – Senggo dan Kepi – Aboge juga Kepi – Tanah Merah serta Kepi – Timika itu perintis seminggu tiga kali. Namun demikian, perintis juga penumpangnya juga banyak,” lanjut pria yang sudah empat tahun bertugas di Bandara Kepi.

Saat ini pengelola Bandara Kepi sedang mengajukan perpanjangan landasan pacu dari 1.200 meter x 30 meter menjadi 1.700 meter x 30 meter. Dengan diperpanjangnya landasan pacu di bandara tersebut yang rencananya akan dilakukan di tahun 2021. “Kalau sudah diperpanjang, maka tidak menutup kemungkinan penerbangan di bandara ini dilayani oleh penerbangan komersil dan rute yang paling diminati adalah Sentani – Kepi karena kegiatan Kepemerintahan Papua kan di Jayapura. Semua dilihat dari demand-nya ya seperti apa nanti,” sambung Drajat.

Jauh sebelum bandara ini beroperasi melayani masyarakat luas, Bandara Kepi sudah berdiri sejak tahun 1958. Saat itu kehadiran bandara untuk menunjang penerbangan misionaris di Kabupaten Merauke, dan salah satunya adalah Kepi yang saat itu masih menjadi satu dengan Kabupaten Merauke sebelum terjadi pemekaran. Selain untuk kepentingan misionaris, penerbangan itu juga mengangkut penumpang dari Kepi ke Merauke atau sebaliknya.

Tahun 1978, Bandara Kepi diserahkan ke Penebangan Sipil (Pensip) dan menjadi lapter. Setelah itu terus meningkat menjadi UBU Kelas IV dan kini menjadi UPBU Kelas III. (PN)

Bagikan Berita

Comment

BERITA TERKAIT