by

PELAKU WISATA THOMAS AZIZ RISKA “BANDARA BERKEMBANG, WISATAWAN NYAMAN”

Pengembangan wisata di Provinsi Lampung terus dipacu. Muncul berbagai destinasi wisata baru. Tetapi upaya itu akan kurang maksimal bilamana infrastruktur tak kunjung maju. Beruntung, Pemprov Lampung menyadari bahwa keberadaan infrastruktur bakal membantu pengembangan wisata, maka dari itu terus dibangun dan dikembangkan dari waktu ke waktu.

Pelaku wisata Thomas Aziz Riska mengakui keseriusan pemerintah membangun infrastuktur makin membuka akses bagi wisatawan. Mulai dari jalan, jaringan listrik, tol hingga bandaranya.
“Bandara kita di Lampung membuat wisatawan makin mudah ke sini,” kata Thomas. Menurutnya, wisatawan tak mau ribet. Turun di bandara, dan bisa langsung menuju tempat wisata. Oleh karena itu, bandara harus terus dikembangkan agar penumpang nyaman dan memperoleh rasa aman.

Sekarang ini Lampung memiliki bandara internasional bernama Radin Inten II. Sejak 1 Januari 2020 bandara ini resmi dikelola PT Angkasa Pura II (Persero). Beralihnya pengelolaan ke Angkasa Pura II, maka rencana pengembangan bandara semakin tertata. Rencananya bandara berkonsep aerocity. Bandara ini nantinya akan dilengkapi area komersial, properti, pergudangan kantor hingga MRO (maintenance, repair dan overhaul).

Namun begitu fasilitas itu akan lebih bagus jika disertai penambahan frekuensi penerbangan. Thomas mengusulkan ditambah lagi penerbangan internasional. “Ada baiknya menjaring wisatawan mancanegara langsung dari negaranya ke Lampung melalui Bandara Radin Inten II,” kata Thomas. Status bandara internasional akan memudahkan penambahan penerbangan internasional tersebut.

Dukungan Jalan Tol

“Saya berterimakasih kepada Presiden Joko Widodo karena ada jalan tol membuat wisata di Lampung kian hidup,” kata Thomas Aziz Riska. Kemudian ayah empat anak ini menceritakan pengunjung Tegal Mas Island, satu destinasi wisata bahari di Lampung, sebagian besar berasal dari Palembang.

Thomas adalah pemilik Tegal Mas Island, selain Puncak Mas dan Bukit Mas. Ketiganya sekarang sudah menjadi ikon Lampung. Tiga destinasi itu acap didatangi wisatawan asal Palembang. Maklum saja, setelah beroperasinya ruas tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 189 km memangkas waktu tempuh dari Lampung ke Palembang. Dahulu, jarak tersebut ditempuh dalam 10 jam namun kini bisa ditempuh lebih singkat menjadi tiga jam.

Lebih lanjut Thomas, sebagai pelaku wisata, berharap potensi wisata Lampung bisa dimaksimalkan sebagai roda ekonomi provinsi tersebut. Thomas optimis langkah Pemprov Lampung akan mampu menggali potensi wisata yang ada. (PN)

Bagikan Berita

Comment

BERITA TERKAIT