by

BANDARA KUALANAMU SEBAGAI PRIMARY INTERNATIONAL HUB

Pemerintah telah menetapkan Danau Toba sebagai salah satu dari empat destinasi wisata super prioritas. Pasca penetapan ini diharapkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Utara kian meningkat. Seiring penetapan itu maka peran Bandara Kualanamu semakin penting, terutama sebagai gerbang udara demi akses masuk wisatawan mancanegara melalui transportasi udara.

Atas dasar peran itu, pengelola Bandara Kualanamu terus meningkatkan berbagai fasilitas penunjang di bandara itu agar penumpang nyaman. Apalagi Bandara Kualanamu juga berada di lokasi yang strategis, yakni berdekatan dengan Bandara Changi Singapura, sehingga Bandara Kualanamu berperan sebagai Primary International Hub.
Executive General Manager Bandara Kualanamu Djodi Prasetyo mengemukakan penumpang mancanegara yang datang di bandara itu didominasi oleh wisatawan asal Singapura dan Malaysia. Dominasi tersebut menjadikan Bandara Kualanamu sebagai hub di Asia Tenggara.

“Banyak sekali penumpang transit di bandara ini yang rata-rata adalah wisatawan mancanegara dari Asia Tenggara. Oleh karena itu bandara ini ditetapkan sebagai Primary International Hub,” kata EGM Djodi Prasetyo. Lebih lanjut EGM Djodi menjelaskan pengelola bandara sangat mendukung pariwisata Sumatera Utara untuk lebih maju lagi. Salah satu bentuk dukungan itu adalah memberikan tempat promosi pariwisata di bandara.

“Dengan mempromosikannya di bandara, baik di terminal keberangkatan maupun kedatangan, diharapkan bisa menjadi daya tarik untuk mendatangkan turis asing dan investor lebih banyak lagi ke Sumatera Utara,” kata EGM Djodi. Dukungan dari Bandara Kualanamu itu didasarkan atas tingginya potensi pariwisata yang ada di Sumatera Utara. Pengelola Bandara Kualanamu siap bersinergi dengan Pemerintah Daerah juga Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mengembangkan potensi pariwisata daerah tersebut.

Dengan berkembangnya pariwisata di Sumatera Utara yang mulai dikenal oleh banyak orang, khususnya di wilayah Asia Tenggara, berdampak terhadap peningkatan traffic di Bandara Kualanamu. Hal ini terlihat dari adanya penerbangan langsung internasional ke delapan tempat seperti Amsterdam, Bangkok, Jeddah, Kuala Lumpur, London, Madinah, Penang dan Singapura yang dilayani oleh Malaysia Airlines, AirAsia, Jetstar, Garuda Indonesia dan Lion Air.

Sebagai Primary International Hub, Bandara Kualanamu juga memiliki fasilitas lengkap dalam melayani operasional penerbangan. Bandara yang dibangun di atas lahan seluas 1.369 hektare ini memiliki runway sepanjang 3.750 meter x 60 meter, taxiway 3.750 meter x 30 meter, apron seluas 200.000 meter persegi yang dapat menampung 35 pesawat. Bandara juga dilengkapi delapan unit garbarata. Kapasitas terminal bisa menampung sembilan juta penumpang per tahun. Sedangkan movement di bandara ini dalam sehari mencapai 190 kali. (*)

Bagikan Berita

Comment

BERITA TERKAIT