by

BANDARA DEPATI AMIR EGM BARU, SEMANGAT BARU

Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung, kini memiliki Executive General Manager (EGM) baru, yakni Muhammad Syahril, pria kelahiran Palembang 39 tahun silam. Memiliki EGM baru, tentu menambah semangat baru pelayanan di bandara itu.

Diamanatkan menjadi EGM di Bandara Depati Amir sejak Januari 2020, serangkaian program kerja pengembangan bandara pun telah menanti, di antaranya adalah pengembangan terminal keberangkatan dari 1,5 juta penumpang per tahun yang dapat ditampung, menjadi tiga juta penumpang per tahun serta membangun basement yang akan digunakan untuk parkir kendaraan pengunjung bandara.

“Pengembangan terminal keberangkatan diperkirakan selesai bulan November 2020. Pengembangan ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan karena terminal penumpang yang lama sudah tidak dapat menampung penumpang yang terus meningkat,” ujar pria yang sebelumnya menjabat sebagai Executive General Manager di Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Selain melakukan pengembangan terminal penumpang, Syahril juga menambahkan bahwa begitu tiba di Bandara Depati Amir untuk bertugas, ia segera membenahi area landside agar flow taxi di bandara itu menjadi lebih tertata. Selain itu, untuk menambahkan fasilitas transportasi darat di bandara tersebut, pria yang memulai karirnya sebagai Apron Movement Control (AMC) tahun 2004 di Bandara Soekarno – Hatta ini juga akan melakukan kerjasama dengan penyedia jasa layanan transportasi online dan DAMRI sehingga antar moda di bandara itu pun menjadi lebih terintegrasi.

“Kami juga akan melakukan pembenahan landscape, seperti melakukan penataan taman terminal dan membuat digital airport taxi sehingga antrian taxi airport dan reservasi hotel pun menjadi lebih tertib. Selain itu, kami juga akan menyiapkan counter fasilitas penanganan kelebihan bagasi, dimana kelebihan harga bagasi di counter ini lebih murah dibandingkan bagasi Airlines dan bisa door to door juga,” ungkap ayah dari tiga orang anak yang pernah bercita-cita menjadi Pengusaha.

Bandara Depati Amir saat ini melayani penerbangan domestik, namun demikian movement di bandara ini dalam sehari mencapai 38 kali serta penumpang datang dan pergi dalam sehari mencapai lima ribu. Bandara ini memiliki runway sepanjang 2.250 meter x 45 meter dan dua apron, yaitu apron terminal lama seluas 225 meter x 60 meter yang menampung empat pesawat dan apron di terminal baru seluas 410 meter x 97 meter untuk kapasitas sembilan pesawat. (*)

Bagikan Berita

Comment

BERITA TERKAIT