by

UBAEDILLAH KABANDARA BARU MUTIARA SIS AL JUFRI SEMANGAT BARU & HARAPAN BARU

Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu kini mendapatkan semangat baru melalui Kepala Bandara Ubaedillah. Sebelumnya, Ubaedillah bertugas di Kantor Otoritas Bandara Wilayah I Kelas Utama sebagai Kepala Bidang Pelayanan dan Pengoperasian Bandara, sebelumnya juga pernah sebagai Kepala Bidang Angkutan Udara dan Kelaikudaraan.

Motivasi Ubaedillah dalam penugasan baru ini berangkat dari apa yang harus ditingkatkan dan dioptimalkan. Selain itu segala kemampuan dan pengalaman dengan tulus akan dikerahkan agar dapat memberi mafaat ditempat yang baru. Dengan demikian pengalaman yang dimilikinya dapat dibagikan kepada orang lain. Semangat inilah yang diusung Ubaedillah saat memulai tugas di Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu.

Setelah gempa dan tsunami yang melanda Palu pada tahun 2018, Ubaedillah mengatakan bahwa secara operasional bandara Mutiara Sis Al Jufri telah berjalan seperti biasa, berkat upaya pemulihan yang cepat seperti rehabilitasi fasilitas sisi udara dan sisi darat sampe dengan saat ini yang bersifat sementara agar bandara tetap dapat beroperasi melayani kebutuhan penerbangan sipil dari dan ke Kota Palu. Meskipun begitu sudah ada tahapan rehabilitasi fasilitas secara penuh akibat gempa, baik sisi darat maupun sisi udara, kata Kabandara.

Selain telah dilakukan perbaikan yang bersifat sementara terhadap fasilitas dimaksud dan rencana rehabilitasi secara tuntas, kabandara baru telah mencanangkan program-program fokus pada peningkatan optimalisasi dari capaian yang ada terhadap sumberdaya dan penguatan tugas-tugas operasional baik terkait safety, security, pelayanan, kenyamanan, administrasi dan kepengusahaan mengingat bahwa status pengelolaan bandara adalah Badan Layanan Umum [BLU] UPT dibawah Ditjen Perhubungan Udara.

Mengingat bahwa bandara Mutiara Sis Al Jufri adalah bandara tersibuk di Sulawesi Tengah dan bandara ini merupakan hub bagi beberapa bandara lain terutama di Sulawesi Tengah, tekad Kabandara ingin agar bandara ini siap dan secara konkrit dapat menunjang kemajuan kegiatan ekonomi dan pariwisata di Propinsi Sulawesi Tengah.

Untuk mencapai kearah sana, menurut Ubaedillah perlu startegi untuk menegaskan eksistensi peran Bandara Mutiara Sis Al Jufri yaitu optimalisasi sumber daya baik sarana prasarana maupun sumber daya manusia, koordinasi yang efektif dengan segenap unsur pimpinan daerah dan stake holder terkait maupun masyarakat.

Pada sisi lain harapannya bahwa industri penerbangan segera pulih khususnya seluruh airline nasional dapat tumbuh kuat dengan harga tiket yg semakin terjangkau masyarakat dan airline yang dua tahun terakhir operasinya terhenti dapat segera kembali beroperasi, sehingga dapat semakin mengakselerasi perkembangan ekonomi daerah ini. (PN)

Comment

BERITA TERKAIT