by

GUBERNUR ARINAL DJUNAIDI KERJA KERAS DEMI MEMPOPULERKAN LAMPUNG KE TINGKAT DUNIA

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi fokus dan bekerja keras untuk mempopulerkan Lampung sebagai destinasi wisata selevel dunia. Kerja keras itu dilandasi potensi Lampung dengan alam yang indah dan budaya beragam serta kekuatan kearifan lokalnya. Potensi inilah yang sepatutnya menjadikan Lampung sebagai destinasi wisata yang mendunia.

Kerja keras itu diwujudkan dengan resolusi bahwa Provinsi Lampung memprioritaskan pengembangan pada tiga kawasan wisata. Pertama, pengembangan kawasan Teluk Lampung. Di teluk ini terdapat lokasi wisata seperti Kawasan Pariwisata Terintegrasi dan Pelabuhan Modern Terpadu Bakauheni. Selain melayani pelayaran reguler, Bakauheni akan dibangun menjadi pintu pelabuhan utama dan terminal kapal pesiar bagi wisatawan internasional menuju destinasi utama seperti Gunung Krakatau dan pulau-pulau lainnya di sepanjang Teluk Lampung.

Kedua, selain pengembangan Teluk Lampung, kawasan Taman Nasional Way Kambas juga menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Lampung. Taman nasional ini memiliki destinasi wisata yang unik, misalnya Bird View, Rhinos Sumatera Sanctuary, dan Kawasan Lestari Gajah Sumatra.

Ketiga, pengembangan kawasan wisata pantai barat Lampung. Kawasan ini terintegrasi dengan Danau Ranau, Kebun Raya Liwa, Agrowisata Kopi, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), dan Taman Nasional Belimbing (Tambling).

Pengembangan yang akan dilaksanakan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Provinsi Lampung bagi wisatawan lokal maupun internasional. Terutama daya tarik wisata di Taman Nasional yang menjadi fokus dan prioritas dari pengembangan.

“Lampung merupakan sebuah destinasi wisata dengan kekayaan alam yang tersembunyi. Saat ini peningkatan geliat wisata di Lampung sangat masif, terutama saat weekend dan long weekend. Ini berarti Lampung semakin dilirik oleh wisatawan,” ujar Arinal.

Seiring dengan pengembangan lokasi wisata Taman Nasional di Provinsi Lampung, Arinal juga ingin memperkenalkan dan mempopulerkan kuliner lokal kepada dunia. Salah satunya adalah budaya kuliner Seruit. Ini bukanlah nama dari makanan atau minuman, melainkan suatu kegiatan makan yang dilakukan bersama-sama saat sedang berkumpul.

“Dengan berbagai adat dan budaya, tentunya Lampung memiliki banyak kuliner yang pantas untuk dikenalkan ke dunia, jadi di sini kami ingin lebih mempopulerkannya,” ujar Arinal. (ND)

Bagikan Berita

Comment

BERITA TERKAIT