by

BANDARA RADIN INTEN II FOKUS SOSIALISASI DAN BANGUN KERJASAMA

Kepala Bandara Radin Inten II Asep Kosasih Samapta melakukan sosialisasi dan bangun rasa percaya serta teamwork menyusul ditetapkannya Bandara Radin Inten II sebagai bandara kelolaan Angkasa Pura II.

Sosialisasi dan pembangunan rasa percaya dan teamwork ini penting dilakukan agar pelayanan dapat berjalan lancar. Sosialisasi pengalihan operasional dari Kementrian Perhubungan ke AP II ini juga dilakukan bagi masyarakat sekitar.

Perubahan ini resmi terjadi pada 1 Januari 2020 setelah penyerahan Surat Keputusan Organisasi dan Penugasan Karyawan di hari sebelumnya. SK ini menyatakan bahwa secara administrasi, pengelolaan bandara tersebut tidak mengalami masalah.

Selain Bandara Radin Inten II, Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu dan HAS Hanandjoeddin Belitung juga dialihkan pengelolaannya ke AP II. Pengalihan ini dilakukan dengan skema Kerja Sama Pemanfaataan Barang Milik Negara (KSP BMN) dimana AP II bertanggung jawab pada operasional bandara kelolaannya sehingga tidak memberatkan APBN. Hal ini juga merupakan bentuk dari keterlibatan BUMN.

Dengan beralihnya pengelolaan ke AP II, rencana pengembangan Bandara Radin Inten II telah terbentuk. Konsep yang akan digunakan oleh bandara ini adalah Aerocity. Bandara Radin Inten II nantinya akan dilengkapi dengan area komersial, properti, pergudangan kargo, hingga bengkel pesawat atau MRO (maintenance, repair dan overhaul).

Dengan demikian, kawasan Bandara Radin Inten II akan menjadi pusat bisnis baru. Tidak hanya itu, moda transporatsi kereta juga dicanangkan untuk mempermudah akses dari Kota Bandar Lampung menuju bandara. Tahun lalu, terdapat 16.058 pergerakan pesawat di Bandara Radin Inten II dengan jumlah penumpang hingga 1,99 juta penumpang. (ND)

Bagikan Berita

Comment

BERITA TERKAIT