by

BANDARA LAGALIGO LAYANI EMPAT KABUPATEN DAN SATU KOTA

Kehadiran Bandara Lagaligo Bua di Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, tidak hanya melengkapi moda transportasi di daerah itu, tetapi juga mencakup empat kabupaten dan satu kotamadya. Kelima wilayah itu yakni Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Toraja, Kabupaten Luwu Timur dan Kota Palopo.

Meskipun akses dari dan menuju Kabupaten Luwu dan sekitarnya dapat ditempuh melalui jalur darat dengan kondisi jalan yang mulus, namun kehadiran transportasi udara di daerah itu tetap penting. Akses transportasi udara berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan pariwisata atas dasar pertimbangan kecepatannya. Lewat jalur darat dapat memakan waktu tujuh hingga delapan jam menuju Makassar, Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan.

Kepala Bandara Lagaligo Herry Dianto mengemukakan bahwa bandara yang memiliki runway sepanjang 1.650 meter x 30 meter berada di lokasi strategis, yakni berdekatan dengan jalan Trans Sulawesi yang dilalui oleh masyarakat dari kabupaten sekitar bandara menuju Makassar.

“Berada di lokasi strategis menjadi keuntungan tersendiri bagi bandara ini,” kata Kabandara seraya menambahkan bandara sudah dilayani penerbangan Wings Air rute Makassar – Bua PP setiap hari.

MENAMBAH FREKUENSI

Namun begitu, kehadiran Wings Air belumlah cukup. Menurut Kabandara, frekuensi penerbangan di bandara itu perlu ditambah mengingat tingginya permintaan di bandara tersebut.
“Yang dilayani bandara ini cukup banyak ya, oleh karena itu kami berencana ingin meningkatkan frekuensi penerbangan di Bua. Apalagi fasilitas apron yang dimiliki bandara ini bisa menampung tiga pesawat jenis ATR-72,” jelas Kabandara Herry.

Terkait rencana peningkatan frekuensi penerbangan di bandara itu, pengelola Bandara Lagaligo menyampaikan bahwa sudah melakukan koordinasi dengan beberapa maskapai nasional yang memiliki pesawat jenis ATR-72 seperti Citilink dan Nam Air.

Selain peningkatan frekuensi penerbangan, Kabandara Herry yang bertugas di Lagaligo sejak Desember 2019 lalu, juga memiliki program lainnya untuk mengembangkan bandara tersebut. Di antaranya adalah meningkatkan kualitas SDM dan membentuk tim solid untuk membangun Bandara Lagaligo serta mempromosikannya melalui media sosial.

Sedangkan untuk jangka panjang, Kabandara berencana melakukan perpanjangan runway agar dapat didarati pesawat berbadan besar seperti Boeing 737-500 sehingga bisa melakukan penerbangan langsung ke Jakarta. “Kalau sudah ada akses langsung ke Jakarta, maka daerah ini akan cepat berkembang pesat karena Jakarta merupakan pusat bisnis dan daerah ini juga memiliki potensi pariwisata yang luar biasa namun belum dikembangkan maksimal,” katanya. (RI/*)

Bagikan Berita

Comment

BERITA TERKAIT