by

BANDARA FRANS SALES LEGA GERBANG UDARA UTAMA KABUPATEN MANGGARAI

Kehadiran Bandara Frans Sales Lega di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, memiliki peran penting bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di daerah itu karena potensi yang dimiliki Manggarai terbilang cukup tinggi. Berada di dataran tinggi Flores, bandara ini juga menjadi gerbang udara utama Kabupaten Manggarai.

Meskipun menuju Kabupaten Manggarai dapat ditempuh melalui jalur darat dari Labuan Bajo selama empat jam perjalanan, namun kehadiran transportasi udara tetap dibutuhkan. Setidaknya ada masyarakat, para pelaku bisnis dan pemerintahan yang menggunakan transportasi udara mengingat jarak menuju Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur, cukup jauh sehingga lebih praktis pakai pesawat. Bahkan ada juga yang hanya dapat ditempuh menggunakan transportasi udara.

Kepala Bandara Frans Sales Lega Ahmad mengemukakan bahwa dengan adanya penerbangan di bandara itu memberikan banyak manfaat untuk masyarakat, salah satunya adalah pengiriman barang atau hasil bumi di daerah itu seperti kopi, kemiri dan cengkeh menjadi lebih cepat dibandingkan menggunakan jalur darat. Hal ini dinilai membantu perekonomian daerah sehingga kian menggeliat.

“Meskipun hanya dilayani oleh satu maskapai, namun manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat luas dan demand-nya pun sangat bagus,” kata Kabandara.
Saat ini maskapai TransNusa melayani penerbangan Kupang – Ruteng PP satu kali sehari setiap hari Selasa, Rabu, Jumat dan Minggu. Serta sehari dua kali jadwal terbang setiap hari Senin, Kamis dan Sabtu.

Tingginya permintaan transportasi udara di Ruteng, membuat pengelola bandara terus berupaya menambah frekuensi penerbangan di bandara itu dan melakukan pengembangan bandara. Namun karena cuaca di Ruteng yang dikelilingi oleh pegunungan dan berada di dataran tinggi sehingga cepat berkabut serta terdapat obstacle di ujung runway, membuat jumlah penumpang yang diangkut dalam pesawat pun harus dikurangi. Kondisi ini membuat operasional penerbangan pun menjadi tidak maksimal.

“Kami sangat ingin mengembangkan bandara ini, namun untuk itu dibutuhkan dukungan Pemda. Kami berharap Pemda dapat mendukung rencana tersebut karena lokasi bandara saat ini terkendala cuaca yang dapat menggangu keamanan dan keselamatan penerbangan. Kalau sudah siang tidak bisa terbang di Ruteng, sudah berkabut cuaca di sini,” jelas Kabandara.

Terkait rencana relokasi tersebut, Ahmad menambahkan bahwa rencana tersebut sudah disusun dan masuk usulan pada perencanaan tahun anggaran 2019 dan menurutnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan sangat mendukung rencana tersebut. (PN)

Bagikan Berita

Comment

BERITA TERKAIT