by

TRANSNUSA GANDENG MITRA STRATEGIS CALC SALAH SATU PERUSAHAAN PENYEDIA PESAWAT TERBESAR DI DUNIA

Leo Budiman Director & Vice Chairman, Bayu Sutanto Managing Director & Bernard Francis Aviation Group CEO

TransNusa, maskapai regional Indonesia yang kini mengoperasikan penerbangan yang menghubungkan wisatawan domestik dan internasional di Indonesia timur dan tengah, mengumumkan kerjasama strategis dengan CALC.
CALC merupakan salah satu perusahaan penyedia pesawat terbesar di dunia. Kerjasama strategis ini diumumkan dalam sebuah perayaan yang dilaksanakan di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat (10/12).
Melalui kerjasama ini, TransNusa akan dapat memanfaatkan keunggulan CALC sebagai penyedia solusi utuh dalam penyediaan jasa penerbangan untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas dari layanan transportasi udara sekaligus meningkatkan standar keselamatan.
Kedua perusahaan akan mengeksplorasi berbagai bentuk kerjasama seperti dukungan armada, manajemen aset pesawat, dan pemeliharaan pesawat.
TransNusa juga akan mendapatkan akses pendanaan yang kuat dari CALC dan China Everbright Limited (CEL), perusahaan penyedia jasa keuangan asal Hongkong yang mayoritas sahamnya dipegang CALC, untuk mendorong ekspansi bisnis di masa mendatang.
“Kerjasama kami dengan CALC akan mengiringi TransNusa ke dalam sebuah fase baru. Saat ini kami telah beroperasi di 30 rute domestik di 24 kota ditambah satu penerbangan internasional yang menghubungkan Indonesia dan Timor Leste, serta memberikan konektivitas vital ‘last-mile’ dalam menghubungkan antar destinasi di Indonesia maupun penerbangan internasional. Ekspansi kami akan memberikan banyak pilihan bagi masyarakat Indonesia dan juga internasional dalam memberikan kenyamanan pelayanan dan juga nilai unggul,” ujar Bayu Sutanto, Managing Director TransNusa.
Untuk memenuhi tekadnya, TransNusa telah menunjuk tim manajemen baru yang terdiri dari para ahli penerbangan veteran untuk menjadi ujung tombak perluasannya.
TransNusa juga membuka kantor baru di Jakarta yang akan membantu maskapai memperluas kehadirannya di luar basis yang ada di Nusa Tenggara dan Sulawesi Selatan sekaligus semakin dekat dengan konsumen, mitra maskapai penerbangan, dan juga regulator industri penerbangan. (JA)

Bagikan Berita

Comment

BERITA TERKAIT