by

INDONESIA AVIATION SCHOOL PEMBUKAAN TARUNA BATCH II

Sekolah Penerbangan Indonesia atau Indonesia Aviation School (IAS) telah secara resmi membuka pendidikan taruna-taruni batch II untuk jurusan Aerodrome Flight Information Services pada Selasa, 3 Desember lalu. Pembukaan ini diikuti oleh 11 taruna baru yang akan menempuh pendidikannya selama 5 bulan yang terdiri dari satu bulan teori, 2 bulan lab (praktek) dan dua bulan On The Job Training (PKL)
Beberapa tokoh yang hadir selain Head Master Budi Hendro S. diantaranya adalah Ichwanul Idrus, Budi Mahmudi, Saryono, dan Agus Kemal. Dalam sambutannya, Ichawanul Idrus mengatakan bahwa IAS akan memberikan bekal yang terbaik bagi para taruna-taruninya. Dengan begitu, diharapkan lulusan IAS kelak dapat menjadi profesional yang siap bertugas dimana saja.
Indonesia Aviation School mempunyai dua program pendidikan, yakni Aerodrome Flight Information Service (AFIS) dimana taruna-taruni diajarkan cara memberikan layanan komunikasi Aeronautica Mobile Service (AMS) dan Layanan Tetap Aeronautika (AFS) antara stasiun penerbangan ke helikopter dan pesawat terbang di bandara AFIS yang juga memberikan layanan pada penerbangan komersial baik berjadwal dan atau tidak berjadwal di seluruh bandara di Indonesia, serta program pendidikan Aerodrome Control Tower (TWR) atau ATC yang memiliki masa pendidikan 10 bulan dimana taruna-taruni akan belajar mengatur dan mengelola lalu lintas pesawat di bandara, seperti ketika take off, landing, juga taxing dari menara kontrol.
“Selain staff dan tenaga pengajar yang berkompeten pada bidang penerbangan, lulusan IAS juga mendapatkan license ATC, License AFIS yang berlaku seumur hidup. Disamping itu IAS juga siap meng-upgrade kemampuan personil ATS AirNav Indonesia dalam kemampuan bahasa Inggris yang saat ini rata-rata masih dalam kemampuan level empat menjadi level lima yang tujuannya tidak lain adalah untuk meyakinkan ICAO dan atau Singapore bahwa Indonesia atau AirNav siap untuk mengambil pengaturan lalu lintas udara di sektor A, B dan C yaitu di atas batam, Tanjung Pinang dan Natuna di penerbangan nasional dan internasional,” ujar Direktur Utama Indonesia Aviation School Zulkiflie Abbas. (PN)

Bagikan Berita

Comment

BERITA TERKAIT