by

BANDARA GUSTI SJAMSIR ALAM TERMINAL BARU MENUAI BANYAK PUJIAN

Terminal baru yang unik dan menarik serta nyaman di Bandara Gusti Sjamsir Alam di Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, tidak sekadar menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kotabaru, tetapi juga menuai banyak pujian dari stakeholder, forkopimda, hingga Pemerintah Pusat.
Kepala Bandara Gusti Sjamsir Alam Ferdinan Nurdin mengemukakan bahwa perubahan besar di bandara yang memiliki runway sepanjang 1.650 meter x 30 meter itu juga tidak lepas dari peran kepala bandara sebelumnya, yakni Prio Budiono, yang telah menggagas pembangunan terminal baru tersebut.
“Tidak dapat dipungkiri, bahwa saya di sini hanya melanjutkan apa yang sudah dimulai oleh kepala bandara sebelumnya. Kami sangat berterimakasih kepada Bapak Prio Budiono, Kepala Bandara GSA sebelumnya, yang telah membangun terminal baru ini dari yang tidak layak menjadi layak seperti sekarang ini,” kata Kabandara Ferdinan.

POLA KERJA BERUBAH

Namun demikian, perubahan besar tidak hanya terjadi pada infrastruktur bandara. Perubahan besar juga terjadi pada pola kerja, pola pikir, dan paradigma anggota di bandara itu bahwa bekerja itu harus lebih cepat dan lebih baik namun tetap fokus terhadap 3S + 1C.
“Seperti yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, bahwa kita harus bisa bekerja cepat, cerdas, fokus dan orientasi pada hasil, itu yang kami lakukan selama tahun 2019 untuk menciptakan penerbangan yang SELAMANYA, Selamat, Aman dan Nyaman,” sambung Kabandara.
Sementara itu Sekda Kabupaten Kotabaru Said Akhmad menyampaikan bahwa hadirnya terminal baru Bandara Gusti Sjamsir Alam juga merupakan salah satu bukti nyata bahwa Pemda mendukung pengembangan bandara tersebut untuk menggenjot perekonomian dan pariwisata di daerah itu yang kini mulai dilirik wisatawan.
“Pemda berkomitmen untuk mendukung pengembangan bandara. Jadi, untuk menggenjot perekonomian maju, dasarnya adalah bandara dulu yang dibenahi sebagai gerbang utama masuknya investor dan wisatawan ke Kotabaru,” kata Sekda.
Terkait pengembangan bandara, Sekda juga melanjutkan bahwa sudah ada kesepakatan bersama antara Pemda dan Ditjen Hubud yaitu MoU terkait pengembangan bandara kedepannya guna menindaklanjuti perpanjangan runway di bandara itu menjadi 2.600 meter.
Secara geografis, Bandara Gusti Sjamsir Alam berada di titik tengah di Kepulauan Nusantara. Dan berdasarkan catatan keamanan dan iklim usaha, Kotabaru termasuk pulau yang aman dari bencana Gunung Merapi, gempa bumi dan tsunami. Kondisi ini membuat pelayanan penerbangan di bandara yang dibangun di atas lahan seluas 71 hektar itu bisa dioptimalkan menjadi hub dan sebagai salah satu penyangga IKN (Ibu Kota Negara) serta airport contigency plan, yakni dimana saat bandara lain terjadi atau terdampak bencana alam.
Penerbangan di Bandara Gusti Sjamsir Alam sudah dilayani oleh Wings Air rute Kotabaru – Banjarmasin setiap hari PP dua flight sedangkan kotabaru – Makassar setiap hari PP satu flight. Selain itu bandara ini juga melayani penerbangan charter tidak berjadwal ruby (rig) – Kotabaru – Balikpapan one way seminggu dua kali dan rencananya dalam waktu dekat akan ada operator maskapai penerbangan berjadwal dan flying school juga akan beroperasi di bandara tersebut. (PN/*)

Bagikan Berita

Comment

BERITA TERKAIT