by

BANDARA FRANSISKUS XAVERIUS SEDA SIAP MENUJU IBUKOTA BARU

Rencana perpindahan Ibukota negara dari Jakarta ke daerah Kalimantan Timur, membuat pengelola Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara, mulai menyiapkan berbagai program untuk membuka konektivitas menuju Ibukota baru guna mempermudah akses, salah satunya adalah rute penerbangan dari Maumere ke Balikpapan.
Dengan dibukanya rute tersebut, tidak hanya mempermudah akses masyarakat Kabupaten Sikka saja, tetapi juga masyarakat lainnya di Flores yang ingin ke Ibukota baru tersebut, selain hemat biaya juga lebih efektif dari segi waktu.
Kepala Bandara Fransiskus Xaverius Seda Poltak Gordon mengemukakan rencana pembukaan rute tersebut harus dipersiapkan dari sekarang sehingga ketika Ibukota baru sudah resmi beroperasi sudah tersedia layanan transportasi udara menuju Kalimantan Timur bagi masyarakat Flores, khususnya Kabupaten Sikka.”Jadi, rencana rute tersebut nanti transit Makassar, tidak lagi melalui Bali dan Jakarta. Dengan demikian, maka biayanya lebih hemat dan waktu juga lebih efektif. Maumere – Makassar – Balikpapan, rute ini lebih dekat jika melalui Bali dan Jakarta. Jadi memang harus bersiap-siap dari sekarang bagaimana cara menuju Ibukota baru,” katanya.
Dibukanya rute tersebut membuat penerbangan di bandara yang memiliki runway sepanjang 2.250 meter x 45 meter itu juga semakin ramai, mengingat Maumere juga memiliki potensi pariwisata yang cukup tinggi. Tidak hanya akses menuju Ibukota baru saja yang sedang digagas oleh Poltak, tetapi juga keinganan agar Bandara Fransiskus Xaverius Seda menjadi bandara internasional.
Menurut Kabandara, dengan pindahnya Ibukota negara juga memberikan peluang bagi bandara kebanggaan masyarakat Sikka untuk menjadi bandara internasional dengan rencana rute yang dibuka adalah Dili – Maumere karena stakeholder pendukung lainnya sudah ada di bandara itu, seperti Imigrasi Kelas II dan Bea Cukai. “Jadi, nanti penumpang dari Dili yang akan menuju Ibukota baru, mereka transit di Maumere. Selain itu, dengan dibukanya rute tersebut juga membantu pariwisata Maumere semakin banyak dikunjungi oleh wisatawan karena aksesnya semakin terbuka. Jadi, orang yang ke NTT tidak hanya melalui satu pintu saja, tetapi juga bisa melalui pintu lainnya, salah satunya adalah Maumere. Dengan demikian, maka masyarakat juga semakin banyak pilihan transportasi udara,” jelas Poltak.
Selain itu, pengelola Bandara Fransiskus Xaverius Seda juga berencana akan membuka penerbangan malam. Untuk mewujudkan rencana tersebut, saat ini Poltak sedang mempersiapkan SDM dan meningkatkan fasilitas sisi udara seperti menambah panjang runway 500 meter, pelebaran air strip 60 meter, dan overlay 15 cm. “Rencananya penerbangan malam di bandara ini sampai jam sembilan dan kami sedang menyiapkan SDM-nya untuk bekerja tiga shift dalam melayani penerbangan malam. Salah satu rute penerbangan malam yang akan dibuka adalah Saumlaki – Maumere – Makassar, mengingat sebaran masyarakat dari daerah tersebut cukup banyak. Namun untuk mewujudkan rencana tersebut, kami berharap program untuk meningkatkan fasilitas sisi udara dapat dipenuhi. Seperti pelebaran runway, air strip dan overlay itu sangat membutuhkan dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat,” sambung Kabandara.
Dengan berkembangnya Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Poltak berharap Maumere dapat maju dan ikut menggenjot pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur. (PN)

Bandara Fransiskus Xaverius Seda

Bagikan Berita

Comment

BERITA TERKAIT