by

BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA MENJADI HUB PESAWAT PROPELLER

Bandara Husein Sastranegara di Bandung siap menjadi hub untuk pesawat jenis propeller. Rencananya, untuk menjadi hub pesawat propeller pengelola Bandara Husein Sastranegara akan bekerjasama dengan PT Dirgantara Indonesia.

EGM Andika Nuryaman

Dengan menjadi hub pesawat propeller, tentu penerbangan domestik di bandara itu yang kini dilayani dengan pesawat jenis propeller seperti ATR-72 akan terus meningkat karena bandara yang merupakan gerbang udara utama menuju kota Paris Van Java itu juga dilengkapi fasilitas MRO untuk jenis pesawat tersebut.
Executive General Manager (EGM) Bandara Husein Sastranegara Andika Nuryaman mengemukakan, tahun 2020 ditargetkan Bandara Husein Sastranegara sudah menjadi hub bagi pesawat propeller, baik yang dioperasikan oleh Wings Air, Garuda Indonesia, Nam Air maupun Citilink. “Kita sudah koordinasi dengan PT Dirgantara Indonesia. Jadi nanti teknisnya untuk kerusakan besar, pesawat masuk ke hangar Dirgantara Indonesia, tetapi kalau untuk service minor cukup di apron saja dan petugas teknik yang cek langsung pesawat di apron untuk perbaikan,” katanya.
Menurut Andika, meskipun kini pesawat berbadan besar sudah tidak lagi beroperasi di Bandara Husein Sastranegara, namun penerbangan di bandara yang memiliki runway sepanjang 2220 meter x 45 meter masih tetap eksis dan berjalan normal. “Untuk domestik yang menggunakan pesawat berbadan besar memang sudah dipindahkan semua ke BIJB dan domestik di bandara ini dilayani oleh pesawat ATR-72 saja, tapi bandara ini juga masih melayani penerbangan pesawat berbadan besar seperti Boeing 737-800 NG atau Airbus yang dioperasikan oleh Malindo Air, Silk Air dan AirAsia dengan rute Kuala Lumpur dan Singapore. Namun demikian tidak mengurangi semangat kami untuk tetap memberikan pelayanan terbaik terhadap pengguna jasa bandara,” ungkapnya.
Berdasarkan catatan, movement penerbangan domestik di Bandara Husein Sastranegara yang dilayani oleh pesawat ATR-72 dalam sehari mencapai 48 kali dan movement penerbangan internasional dalam sehari mencapai 12 kali. Jadi, dalam sehari movement di bandara itu mencapai 60 kali.
Sementara itu, Pemerintah Kota Bandung juga berharap Bandara Husein Sastranegara tetap eksis melayani penerbangan karena kehadiran bandara berdampak terhadap pertumbuhan perekonomian daerah, terutama dalam sektor pariwasata dan bisnis. Dengan digagasnya Bandara Husein Sastranegara menjadi hub untuk pesawat propeller seperti ATR-72 dan sejenisnya, tentu akan membuat penerbangan dan pendapatan bandara pun turut meningkat serta semakin eksis.

Comment

BERITA TERKAIT