by

ANGKASA PURA AVIASI INGIN JADIKAN BANDARA KUALANAMU SEBAGAI HUB INTERNASIONAL

Dalam rangka mempercepat pertumbuhan bisnis dan meningkatkan kinerja operasi dan pelayanan bandara Kualanamu Medan, maka PT Angkasa Pura Aviasi didirikan sebagai entitas anak perusahaan dari PT Angkasa Pura II (Persero). Diusianya yang baru berusia satu tahun perusahaan ini telah diberikan target kinerja bisnis yang cukup tinggi dan ditargetkan untuk membukukan laba ditahun pertama operasinya.
Perusahaan ini kedepan akan menjadi special purpose vehicle untuk melaksanakan Program Kemitraan Strategis dengan bekerja sama dengan Global Airport Operator untuk melakukan percepatan pengembangan Bandara Kualanamu. “Menjadi International Hub” itulah salah satu pesan utama yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk Bandara Kualanamu Medan.
Jika melihat lebih dalam, pesan utama ini bukanlah suatu hal yang tanpa alasan, karena Bandara Kualanamu ini sangat potensial untuk dikembangkan karena memiliki keunggulan dari sisi strategic location dan efisien dari sisi rute penerbangan Bandara Kualanamu terletak berdekatan dengan Singapore, Kualalumpur dan Bangkok, dimana 3 bandara besar di negara tersebut telah berperan menjadi International HUB sementara Bandara Kualanamu saat ini hanya berperan sebagai domestic hub, sebagian besar untuk melayani rute rute domestic dengan perbandingan rutenya adalah 80% domestic : 20% International.
Program Kemitraan Strategis yang dicanangkan untuk menjadikan bandara Kualanamu Medan sebagai International Hub memiliki 3 tujuan utama, kita menyebutnya dengan 3 E, yaitu Expansion, Expertise dan Equity.
Expansion berarti dengan kemitraan strategis ini diharapkan akan membawa dan mendatangkan trafik baru ke Bandara Kualanamu Medan terutama rute rute penerbangan international. Untuk itu kriteria penentuan mitra strategis akan sangat hati hati kita tetapkan. Bagaimana komitmen volume trafik menjadi syarat utama bagi partner yang akan kita pilih nanti. Hal lain adalah berbicara tentang expertise dimana harapannya adalah dengan kemitraan strategis bisa terjadi sebuah sharing best practices dan knowledge untuk peningkatan pengelolaan airport yang lebih professional. Sudah tentu pengembangan bandara membutuhkan investasi yang cukup besar sehingga equity menjadi alasan lain perusahaan melakukan kemitraan strategis.
PT Angkasa Pura Aviasi dipimpin oleh Haris. Pria lulusan Magister Business Administration dari SBM ITB ini dipercaya oleh induk perusahaan untuk memimpin perusahaan, berbekal pengalaman dan sertifikasi international yang dimilikinya berusaha untuk membangun mimpi tersebut menjadi kenyataan.
Lebih lanjut Haris menerangkan bahwa untuk menjadikan Kualanamu sebagai International Hub diperlukan perencanaan yang matang dan komprehensif dari mulai peningkatan kapasitas, perbaikan sistem kinerja operasi dan pelayanan, meningkatkan daya tarik airport itu sendiri (Airport Attractiveness) serta keunggulan competitive yang dimiliki airport. Peran Airport juga harus lebih agresif didalam memasarkan setiap potensi rute serta aktif melakukan joint promotion dengan airline dan semua stake holder terkait.
Untuk meningkatkan kapasitas menjadi International Hub pengembangan bandara Kualanamu akan dikembangkan dalam 3 tahap pembangunan yaitu tahap 1 (Tahun 2020-2024) peningkatan kapasitas untuk 17 juta penumpang, tahap 2 (Tahun 2025-2036) peningkatan kapasitas 30 juta penumpang dan tahap 3 (Tahun 2037-2044) peningkatan kapasitas 42 juta penumpang. Pengembangan ini menjadi penting seiring dengan pertumbuhan jumlah penumpang yang terus meningkat dari tahun ke tahun, bahkan di tahun 2018 posisi pergerakan penumpang sudah mencapai 10,5 juta penumpang sementara kapasitas airport hanya untuk 9 juta penumpang.
Selain peningkatan kapasitas airport untuk menampung jumlah pergerakan penumpang dan pesawat yang terus bertumbuh, bandara Kualanamu juga harus ditingkatkan airport attractiveness nya salah satu upaya yang akan dilakukan adalah dengan menyiapkan sebuah perencanaan Airport City diluas lahan 200 hektar. Pendekatan Airport City yang akan dibangun adalah membangun bisnis pendukung airport seperti MRO, Logistik Park, dan e-commerce center selain itu pula beberapa bisnis lain dari sisi leisure juga sudah disiapkan antara lain theme park, golf course, factory outlet, hotel, specialty hospital, hypermarket, dll. Semuanya disiapkan dalam suatu perencanaan bisnis Airport City dengan objective utama untuk meningkatkan Airport Attractiveness Bandara Kualanamu serta memaksimalkan potensi pendapatan dari pengembangan bisnis non aeronatika. Airport City akan membuka peluang investasi bagi investor lokal maupun investor asing dan juga akan memberikan manfaat ekonomi yang sangat besar bagi negara khususnya bagi Provinsi Sumatera Utara.

Comment

BERITA TERKAIT