by

STTKD Ramaikan Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2019

STTKD Yogyakarta ikut meramaikan Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2019 yang diadakan oleh tuan rumah Universitas Negeri Surabaya dibawah Direktorat Kemahasiswaan Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 1-6 Oktober 2019 di Lapangan Udara TNI-AL Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Pada tahun 2019 ini, STTKD Yogyakarta menurunkan tim dalam dua divisi RP dan FW. Divisi Racing Plane (RP) merupakan entry level dan memiliki satu kelas dengan bobot lepas landas (Take-Off Weight, TOW) maksimum 2.500 gram tanpa ada batasan berat minimum. Divisi ini dilaksanakan dalam bentuk racing (balapan) terbang antar 2 (dua) wahana tim peserta dari take-off di posisi start hingga mencapai garis finish di ketinggian tertentu. Sementara divisi Fixed-Wing (FW) merupakan middle level dan real application. Divisi FW memiliki satu kelas saja dengan menggabung kemampuan Monitoring dan Mapping yang dilombakan dengan cara setiap tim diberi kesempatan sekitar 40 menit untuk menyelesaikan suatu misi di lapangan, dan diberikan waktu 20 menit untuk mengolah data di pitstop. Pemenang ditentukan secara obyektif atas capaian misi sesuai target kontes, baik untuk monitoring maupun mapping.

Wakil Ketua 1 Bidang Akademik STTKD Erwhin Irmawan mengatakan bahwa pihak sekolah bangga bahwa ada taruna STTKD yang ikut meramaikan kegiatan tersebut. “Tentu bangga bahwa ada taruna kita yang menjadi wakil di kompetisi setingkat nasional ini,” ujar Erwhin. Selain dua divisi tersebut, divisi lain yang dikonteskan adalah Divisi Vertical Take-off and Landing (VTOL) sebagai advanced level untuk pengembangan teknologi dan Divisi Technology Development (TD) sebagai konsep pengembangan teknologi pesawat tanpa awak.

Sementara kegiatan opening ceremony dari kontes ini dihadiri oleh Menristekdikti Prof. Mohammad Nasir. KRTI 2019 merupakan KRTI ke 7 yang diselenggarakan di Indonesia dengan tema “Menuju Kemandirian Teknologi Wahana Terbang Tanpa Awak”. Kegiatan ini diikuti oleh 95 tim dari 40 perguruan tinggi se-Indonesia melalui tahapan I Administrasi, II Laporan dan Video Perkembangan dan tahap III kegiatan kontes. Total peserta untuk tahun ini sebanyak 285 mahasiswa, yang masing-masing divisi terdiri dari 3 mahasiswa.

KRTI merupakan kontes tingkat nasional dengan tujuan untuk mengembangkan potensi pembuatan UAV (Unmanned Aerial Vehicle) di Indonesia. Kontes ini awalnya bernama Indonesian Indoor Aerial Robot Contest (IIARC) yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung. Kontes IIARC di ITB sendiri telah mendapat pengakuan dari Japan Society of Aeronautics and Space Sciences (JSASS). Sejak tahun 2013, Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti) dan Institut Teknologi Bandung bekerjasama untuk melanjutkan serta mengembangkan konsep acara kompetisi robot terbang ini ke skala yang lebih besar hingga sekarang dinamakan Kontes Robot Terbang Indonesia. (PN)

Comment

BERITA TERKAIT