by

BANDARA BARU WASIOR MEMASUKI TAHAP PENYERAHAN LAHAN

Pengelola Bandara Wasior terus menggenjot proses pembangunan Bandara Baru Wasior agar pembangunannya cepat terealisasi dan dinikmati oleh masyarakat Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat.

Kepala Bandara Wasior M. Sarif Hidayat mengemukakan terkait pembangunan Bandara Baru tersebut, selain memasuki tahap penyerahan lahan, saat ini dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan juga sedang melakukan peninjauan ulang terkait lahan yang akan digunakan untuk pembangunan bandara baru itu.
“Selain menyiapkan lahan, Pemda Teluk Wondama juga sudah menyiapkan nama bandara baru tersebut yakni Bandara Dominee I.S Kijne yang saat ini sedang dalam proses pengajuan di Kementerian Perhubungan“ kata Kabandara.

Saat ini, proses pembangunan Bandara Baru itu sudah memasuki tahap penyerahan lahan dari Pemda dan tahun ini rencananya sertifikat lahan tersebut selesai. Bila semua proses administrasi tersebut selesai di tahun ini, maka pembangunan Bandara Baru tersebut paling cepat dilakukan tahun depan.

Relokasi Bandara Wasior ini dilakukan karena karena lokasi bandara eksisting sudah tidak bisa lagi dikembangkan karena lahan yang sangat terbatas tidak memungkinkan untuk dilakukan pengembangan. “Kondisi bandara lama tidak memungkinkan untuk pengembangan. Khususnya pada runway yang sudah tidak bisa dilebarkan karena kanan kiri runway sudah jalan umum dan pemukiman. Sementara bandara ini adalah akses keluar masuk masyarakat ke Kabupaten Teluk Wondama karena melalui jalur laut memakan waktu hingga delapan jam belum lagi jika gelombang,” ungkap Kabandara. (RI/*)

BANDARA BARU UNTUK DUKUNG PARIWISATA

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Teluk Wondama Bernardus Heri Setiawan menyatakan dengan hadirnya Bandara Baru Wasior nantinya diharapkan dapat mendukung pariwisata dan perekonomian daerah.

“Di sini terdapat Taman Nasional Cenderawasih dan kawasan konservasi. Dengan kehadiran Bandara Baru, tentu akses ke Teluk Wondama semakin mudah. Oleh karena itu, kami mendukung penuh rencana relokasi Bandara Wasior karena saat ini transportasi udara di Wasior belum lancar dan hanya bisa didarati pesawat sejenis Grand Caravan saja,” kata Kadishub.
Adapun kontribusi yang diberikan untuk pembangunan Bandara Baru itu adalah memastikan lahan yang akan digunakan dan pembebasan kawasan hutan, bagaimana caranya pembangunan masuk dan tidak bermasalah.

Pembangunan Bandara Baru Wasior akan memakan waktu kurang lebih selama empat tahun dan runway di bandara itu akan dibangun sepanjang 1.600 meter x 30 meter sehingga dapat didarati pesawat jenis ATR-72. Namun demikian, pengelola Bandara Wasior tetap memaksimalkan pelayanan di bandara lama karena bandara itu juga tidak hanya sebagai akses keluar masuk saja, tetapi juga untuk mitigasi bencana.

Bandara Wasior yang eksisting saat ini memiliki runway sepanjang 600 meter x 18 meter. Penerbangan di bandara itu dilayani oleh penerbangan perintis Susi Air seminggu dua kali, yaitu rute Manokwari – Wasior PP setiap hari Rabu menggunakan subsidi ABPD Pemda dan hari Kamis rute Manokwari – Wasior PP dan Nabire – Wasior PP menggunakan subsidi APBN. “Kami berharap frekuensi penerbangan perintis Wasior dapat ditingkatkan karena seminggu dua kali masih sangat kurang sedangkan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi udara sangat tinggi,” sambung Kabandara Sarif (RI/*)

Comment

BERITA TERKAIT