by

DITJEN HUBUD IMBAU PERSONEL JAGA KESEHATAN

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melalui Balai Kesehatan Penerbangan menyelenggarakan Seminar Resiko Inkapasitasi Personel Penerbangan pada kondisi Sindroma Metabolik. Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran personel penerbangan terhadap pentingnya menjaga kesehatan kegiatan berlangsung di Hotel Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa, 1 Oktober.

Seminar ini dibuka secara resmi oleh Direktur Navigasi Penerbangan, Asri Santosa mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Udara. Kegiatan diikuti sebanyak 131 peserta yang terdiri dari para pejabat di lingkungan Ditjen Perhubungan Udara, maskapai penerbangan dan siswa siswi Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI).
Dalam sambutan, Asri menyampaikan bahwa permasalahan sindroma metabolik perlu diperhatikan oleh semua stakeholder penerbangan. Sindrome Metabolik merupakan sekumpulan kondisi yang terjadi secara bersamaan seperti peningkatan tekanan darah, kadar gula darah yang tinggi, kelebihan lemak di sekitar pinggang, serta kenaikan kadar kolesterol yang tidak biasa.

“Kami imbau kepada para maskapai penerbangan untuk mengecek kesehatan para personilnya secara berkala untuk mencegah terjadinya inkapasitas yang disebabkan oleh gangguan kesehatan sindroma metabolik, dengan begitu standar kesehatan fisik dan psikis personel penerbangan akan sesuai standar yang sesuai dengan standar Internasional Civil Aviaton Organization (ICAO) dan Civil Aviaton Safety Regulation(CASR) atau Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PKPS) sehingga personel penerbangan dapat berkerja secara optimal,” tutur Asri.
Kepala Balai Kesehatan Penerbangan, Sri Murani Ariningsih juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang ada, personel penerbangan yang terdeteksi kondisi sindroma metabolik menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun, ini perlu menjadi perhatian serius demi terpenuhinya personel penerbangan yang handal.

“Kami berharap, kepada para personel penerbangan agar lebih menjaga tingkat kesehatan dan performanya, sehingga terwujud keselamatan, keamanan, dan kenyamanan dalam penerbangan,” tutup Sri. (PN)

Bagikan Berita

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKAIT