by

Bandara Kiwirok Membuka Akses Pedalaman Pegunungan Bintang

Berada di pedalaman Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, dengan kondisi geografis daerah yang dikelilingi bukit dan pegunungan serta jurang yang terjal, membuat akses menuju Distrik Kiwirok tidak dapat ditempuh melalui jalur darat, bahkan untuk menuju Ibukota Kabupaten saja, yakni Oksibil hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama satu hari.

Satu-satunya akses menuju Kiwirok adalah menggunakan transportasi udara, tapi sayangnya penerbangan menuju daerah penghasil kopi terbaik di Papua itu hanya ada seminggu sekali. Namun demikian, kehadiran Bandara Kiwirok memiliki peran penting bagi masyarakat setempat karena bandara ini merupakan pembuka akses menuju pedalaman Pegunungan Bintang tersebut.

Kabandara Muhammad Sidik

Kepala Bandara Kiwirok Muhammad Sidik mengemukakan bahwa penerbangan di bandara yang memiliki runway sepanjang 600 meter x 18 meter itu saat ini hanya dilayani penerbangan perintis penumpang Susi Air rute Sentani – Kiwirok seminggu sekali. “Saat ini hanya Susi Air saja, sehingga menjadi satu-satunya pembuka jalan masuk ke Kiwirok. Selain itu ada juga penerbangan tidak berjadwal rute Sentani – Kiwirok PP dan Oksibil – Kiwirok dilayani Ama Air dan Yajasi yang mengangkut kargo atau charter,” katanya.

Sidik berharap penerbangan perintis penumpang frekuensinya dapat ditingkatkan mengingat masyarakat di daerah itu jumlahnya sekitar 2.500-3.000 jiwa. Selain itu, ia juga berharap penerbangan perintis cargo dapat segera hadir dan melayani Kiwirok karena kebutuhan logistik hanya dapat diangkut menggunakan pesawat saja, sementara yang ada saat ini menggunakan pesawat charter sehingga berdampak terhadap tingginya harga kebutuhan pokok di daerah itu. “Kami berharap frekuensi penerbangan ke Kiwirok dapat ditingkatkan dan penerbangan perintis cargo pun kehadirannya sangat dinanti,” ungkap Kabandara. (RI)

Bagikan Berita

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKAIT