by

BANDARA HAJI MUHAMMAD SIDIK DIJADWALKAN MULAI OPERASI TAHUN 2020

Kabandara Beringin Jarot Nugroho

Bandara Haji Muhammad Sidik yang terletak di Desa Trinsing, Kec Teweh Tengah, Kab Barito Utara, Kalimantan Tengah, dijadwalkan rampung di akhir tahun 2019 dan mulai beroperasi awal tahun 2020.
Kepala Bandara Beringin Jarot Nugroho mengemukakan bandara baru itu mulai dibangun dari tahun 2009. Nantinya kapasitas bandara baru ini lebih besar dari Bandara Beringin. Landasan pacunya sepanjang 1.400 m x 30 m sehingga bisa didarati penerbangan pesawat ATR tipe 72 seri 500.
“Bandara baru ini akan menggantikan Bandara Beringin di Muara Teweh,” kata Kabandara Jarot. Menurut Kabandara, pembangunan bandara baru ini dikarenakan Bandara Beringin tidak bisa lagi dikembangkan karena lahan terbatas, ada jurang dan sangat dekat dengan pemukiman penduduk. Pemda setempat pun sangat mendukung pembangunan bandara baru ini, salah satu bentuk dukungannya adalah Pemda membangun akses jalan menuju bandara.
Pembangunan bandara, lanjut Kabandara, yang sekarang sudah 70% ini mengusung tema bandara modern tetapi tidak lupa sentuhan budaya setempat. Perbedaan signifikan dari bandara baru ini mempunyai terminal penumpang yang lebih modern dan lebih luas sehingga pengguna jasa bandara akan lebih nyaman dan mempunyai fasilitas lebih lengkap. Contohnya di bandara baru ini akan menyediakan segala fasilitas untuk difabel, menyediakan tempat duduk sofa, spot foto dan fasilitas lainnya yang belum terdapat di Bandara Beringin.
Bandara Haji Muhammad Sidik ini akan melayani tiga kabupaten yaitu Murung Raya, Barito Timur dan Barito Utara. Kabandara Jarot berharap Bandara Haji Muhammad Sidik ini dapat berkembang dan mengakomodir keinginan masyarakat yang ingin mempunyai bandara lebih layak. Kabandara juga berharap masyarakat setempat ikut membantu menjaga dan tidak mengganggu aktivitas fungsional bandara tersebut.

 

MEMBANGUN SILATURAHMI LEWAT DHARMA WANITA

Dharma Wanita UPBU Beringin

Karier seorang suami tak lepas dari dukungan keluarga, di antaranya seorang istri. Maka dari itu, jika para istri kompak mendukung para suami maka kinerja kolektif akan terbangun positif. Di sinilah peran keberadaan Dharma Wanita.
Srihaeni, Ketua Dharma Wanita UPBU Beringin, mengemukakan Dharma Wanita adalah organisasi istri PNS aktif dan istri pensiunan di Bandara Beringin.
“Lewat berbagai kegiatan di Dharma Wanita akan terbangun silaturahmi,” kata Srihaeni. Istri Kabandara Beringin itu aktif bersosial dan mengikuti kegiatan organisasi kemasyarakatan sampai tingkat provinsi. Srihaeni yang mempunyai hobi memasak dan olahraga senam ini dikenal suka mencari pengalaman seluas-luasnya.
Menurut Srihaeni, ada tiga bidang dalam Dharma Wanita UPBU Bandara Beringin yaitu ekonomi, sosial budaya dan pendidikan. Contoh kegiatan yang dilakukan adalah arisan, pengajian, kebaktian, kegiatan olahraga dan pengelolaan bidang usaha.
Tujuan dibentuknya Dharma Wanita ini untuk mensejahterakan anggota dan keluarganya, silaturahmi dan berbagi ilmu sesama juga mensupport suami untuk bekerja secara maksimal.
Tahun ini untuk Dharma Wanita akan bergabung dengan istri-istri BMKG. Masa bakti Dharma Wanita selama lima tahun.

Comment

BERITA TERKAIT