by

BANDARA SUPADIO KABUT ASAP MEMBUAT PENERBANGAN MENGALAMI PEMBATALAN

Kabut asap yang kembali menyelimuti wilayah Kalimantan, khususnya di Pontianak, Kalimantan Barat, membuat penerbangan di Bandara Supadio pun mengalami keterlambatan hingga pembatalan penerbangan

EGM Bandara Supadio Pontianak Eri Braliantoro

Executive General Manager Bandara Supadio Eri Braliantoro mengemukakan, bahwa kabut asap yang terjadi di Pontianak ini tidak hanya menyebabkan delay dan pembatalan penerbangan dari dan ke Bandara Supadio saja, tetapi juga membuat aktivitas masyarakat Pontianak dan sekitarnya pun menjadi terganggu.

“Sejak terjadinya kabut asap yang semakin tebal ini membuat penerbangan di bandara ini dalam sehari mengalami pembatalan hingga 50 penerbangan. Tentu ini tidak hanya merugikan pihak maskapai dan bandara saja, tetapi juga sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat yang ingin melakukan perjalanan dengan pesawat baik untuk perjalanan bisnis dan lainnya,” kata Eri pada tim Majalah Bandara saat bertemu di kantor cabang Angkasa Pura II Pontianak pada hari Jumat (20/09/2019).

 

Kabut asap yang pekat juga tidak hanya memberikan dampak bagi perekonomian daerah, tetapi juga bidang lainnya pun turut serta terkena dampak dari kabut asap ini di antaranya adalah kesehatan masyarakat yang terancam terkena penyakit ISPA karena buruknya kualitas udara yang dihirup oleh masyarakat setempat dan gangguan kesehatan lainnya dampak dari kabut asap. Selain itu, dampak dari kabut asap juga membuat kegiatan pendidikan di Pontianak pun diliburkan agar anak-anak dapat terhindar dari udara yang tidak sehat.

 

Eri berharap kabut asap yang terjadi di Pontianak dapat segera berlalu dan penerbangan di Bandara Supadio pun dapat kembali beroperasi dengan maksimal tidak lagi mengalami pembatalan atau pun keterlambatan dan masyarakat Pontianak juga bisa kembali beraktivitas dengan menghirup udara segar yang sehat. “Memang terjadinya kabut asap ini ada dampak negatif dan positifnya. Untuk dampak negatifnya adalah membuat penerbangan mengalami banyak pembatalan sehingga merugikan banyak pihak dan kesehatan yang terancam. Sedangkan dampak positifnya membuat tenant-tenant di bandara jadi ramai oleh penumpang pesawat yang mengalami pembatalan penerbangan. Namun demikian, saya berharap tidak lagi terjadi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan karena imbasnya adalah masyarakat sendiri yang terkena dampaknya dan perekonomian pun menjadi lumpuh,” ungkap EGM Bandara Supadio.

Pemberian Masker oleh Staf Bandara

Meskipun terjadi penumpukan penumpang di terminal keberangkatan karena pembatalan penerbangan efek dari pekatnya kabut asap, namun pelayanan di Bandara Supadio tetap berjalan maksimal dan membagikan masker kepada pengguna jasa bandara agar terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh kabut asap.

Comment

BERITA TERKAIT