by

BANDARA TUNGGUL WULUNG PELITA & SUSI TERBANGI EMPAT KALI SEMINGGU

Kabandara M. Syaiful Zuhri

Susi Air dan Pelita Air melayani penerbangan Halim-Cilacap-Halim sebanyak empat kali dalam seminggu. Maskapai Susi Air mengoperasikan rute tersebut pada hari Senin dan Sabtu, sedangkan Pelita Air pada hari Rabu dan Minggu sebanyak masing-masing satu kali.
Bandara Tunggul Wulung memiliki landasan pacu sepanjang 1.400 m x 30 m sehingga dapat didarati dengan baik untuk pesawat jenis Caravan ataupun ATR. Dengan adanya Pelita dan Susi Air ini, masyarakat semakin banyak diberikan pilihan moda transportasi untuk mengunjungi Cilacap.
Kepala Bandara Tunggul Wulung, M. Syaiful Zuhri, menyebutkan bahwa dengan adanya bandara ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan industri di Cilacap. Selama ini Cilacap merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Tengah. Beberapa sektor utama perekonomian di Cilacap berasal dari pertanian dan perikanan laut. Potensi Cilacap masih sangat besar.
Selain itu, Cilacap juga dikenal dengan berbagai objek wisatanya, seperti Hutan Payau, Pantai Teluk Penyu, Benteng Pendhem, Gunung Srandil, Pantai Widara Payung, Pantai Ketapang Indah, Selok, dan Pantai Karang Pakis.

 

PEMDA DUKUNG PENGEMBANGAN BANDARA

Pemda Cilacap sejauh ini sangat mendukung pengembangan Bandara Tunggul Wulung karena kehadiran bandara memberikan manfaat kepada masyarakat dan menunjang pertumbuhan ekonomi setempat.
Salah satu dukungan Pemda Cilacap adalah akan membantu pembebasan lahan untuk perpanjangan landasan pacu. Saat ini runway yang dimiliki Bandara Tunggul Wulung sepanjang 1.400 meter x 30 meter rencananya akan diperpanjang menjadi 1.600 meter x 30 meter, sehingga fasilitas pelayanan dari sisi udara pun menjadi idealis untuk pendaratan pesawat jenis ATR 72.
Kepala Bandara Tunggul Wulung Cilacap M Syaiful Zuhri menjelaskan keberadaan bandara sangat membantu kegiatan ekonomi di Cilacap. “Kabupaten ini memiliki potensi ekonomi cukup tinggi,” kata Kabandara Syaiful.
Cilacap memiliki potensi industri yang cukup tinggi dan dapat menyerap tenaga kerja hingga 25.000 orang, sehingga transportasi udara tentu sangat dibutuhkan untuk bisa lebih cepat sampai dan lebih efektif. Selain itu ke depannya Cilacap juga akan dibuat kegiatan padat karya perwujudan Nawacita Presiden.
Kabandara menambahkan kegiatan padat karya telah dilaksanakan Maret lalu. Sedikitnya 45 orang melakukan pekerjaan pembersihan drainase dan pengerjaan solder berupa pemotongan rumput sementara sisanya 15 orang mengerjakan pengecatan marka jalan akses masuk bandara.
Padat Karya ini, kata Kabandara, dilaksanakan di luar jam operasional bandara, sehingga tidak mengganggu kegiatan yang ada.

Comment

BERITA TERKAIT