by

BANDARA OESMAN SADIK MENJAGA KEBERSIHAN AGAR PENUMPANG NYAMAN

Kabandara Piet Marina

Pengelola Bandara Oesman Sadik di Labuha melaksanakan kerja bakti dua kali dalam seminggu agar lingkungan bandara senantiasa bersih sehingga membuat nyaman penumpang dan pengguna jasa bandara lainnya.
Kata Kepala Bandara Oesman Sadik, Petrus Marina, memulai sesuatu dari hal kecil untuk mewujudkan pelayanan terbaik terhadap pengguna jasa bandara. Dimulai dari pembenahan kecil diyakini bisa meraih hasil yang besar.
“Kami melakukan pembenahan kecil, seperti perawatan terminal dan kebersihan lingkungan pasca gempa kemarin,” kata Kabandara Petrus saat bertemu Majalah Bandara pada Juli lalu.
Menurut Kabandara, saat ini yang sedang dikerjakan antara lain pembuatan taman untuk hiasan sekitar terminal dan kantor bandara. Kemudian penataan lingkunga sehingga meningkatkan rasa aman dan kenyamanan untuk pengguna jasa.
“Agar bandara selalu terlihat bersih dan rapih, makanya saya adakan kerja bakti yang dilakukan seminggu dua kali yaitu setiap hari Selasa dan Kamis, “ kata Kabandara menegaskan.
Pada pokoknya, lanjut Kabandara, pengelola bandara senantiasa berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk pengguna jasa agar mereka merasa aman dan nyaman. (*)

 

PROGRAM JANGKA PANJANG

Kebersihan bandara adalah program rutin Bandara Oesman Sadik. Di bawah kepemimpinan Petrus Marina, sejumlah program jangka panjang akan diwujudkan. Program jangka panjang yaitu akan di usulkan perpanjangan runway dari 1.650 m x 30 m, menjadi 2.200 m x 30 m dan program lainya sesuai kebutuhan kedepan.
Program lainnya, lanjut Kabandara, adalah penambahan frekuensi penerbangan. Maskapai yang sudah melakukan survei untuk rute baru antara lain NAM Air untuk rute Ternate -Labuha PP setiap hari.
Sekarang ini Bandara Oesman Sadik mempunyai movement dua kali dalam sehari. Rutenya Labuha-Ternate-Manado pagi jam 07.20-07.55 dan Manado-Ternate-Labuha sore jam 16.55-17.30. Maskapainya Wings ATR 72 seri 600. Ada juga carter flight seminggu dua kali dengan pesawat Grand Caravan yang dioperasikan PT. Asian Corporate Aviation.
“Kami juga sedang mengusulkan kekantor pusat untuk pengadaan fasilitas bus mini agar dapat mengantar dan menjemput penumpang dari dan ke apron,” kata Kabandara Petrus yang mulai bertugas sebagai kepala bandara di Labuha sejak Februari 2019.
Petrus memulai karier di Labuha. Periode 1992-2003 sebagai pegawai teknisi listrik di Bandara Oesman Sadik Labuha. Kemudian 2003-2006 di Bandara Banda Niera, dan 2006-2008 di Bandara Wahai sebagai Kepala Lapangan Terbang. Selanjutnya 2008-2013 di Bandara Namrole sebagai Kepala Lapangan Terbang. Kemudian tahun 2014 dilantik menjadi Kepala UPBU Namrole sampai Januari 2019. Selama di Bandara Namrole berhasil menghidupkan penerbangan perdana Merpati pada Juli 2008 kurang lebih setelah delapan tahun tidak ada penerbangan. Kemudian Februari 2019 – sampai saat ini kembali ke Labuha untuk menjadi Kabandara. (*)

Bagikan Berita

Comment

BERITA TERKAIT