by

BANDARA MUTIARA SIS AL JUFRI TERMINAL PENUMPANG KEMBALI BEROPERASI PENUH

Masa berduka di Palu, Sulawesi Tengah, pasca gempa bumi dan tsunami telah berlalu. Kini masyarakat Palu dan sekitarnya juga pemerintahan serta roda perekonomian di daerah itu telah kembali berjalan dengan baik.
Begitu juga dengan Bandara Mutiara SIS Al Jufri. Selain penerbangan yang sudah beroperasi sejak tiga hari pasca gempa bumi yang terjadi pada 28 September 2018, kini gedung terminal penumpang di bandara itu pun sudah kembali beroperasi penuh dalam melayani penumpang pesawat dan tidak membutuhkan waktu lama untuk kembali bangkit.

Kepala Bandara Mutiara SIS Al Jufri Benyamin Noah Apituley atau yang akrab disapa Beno mengemukakan, bahwa gedung terminal penumpang bandara itu sudah diperbaiki pada akhir tahun 2018. “Tiga hari pasca gempa bumi, penerbangan komersial sudah beroperasi kembali dan perbaikan gedung terminal tahap pertama yang dilakukan akhir tahun kemarin juga sudah selesai. Saat ini lebih ke pemeliharaan saja. Sedangkan untuk tahap kedua, anggaran baru turun tahun depan. Namun demikian, dengan yang ada saat ini sudah lebih baik dan penumpang sudah bisa menunggu pesawat di dalam gedung terminal,” katanya.

Kepala Bandara Mutiara SIS Al Jufri Benyamin Noah Apituley

Bulan Desember 2018, saat tim Majalah Bandara berkunjung ke bandara ini pasca gempa bumi, terlihat penumpang pesawat menunggu di luar terminal keberangkatan dan ruang tunggu di lantai dua terminal keberangkatan bandara ini masih dalam tahap perbaikan. Namun kini, semua sudah bisa digunakan kembali. Pengguna jasa bandara sudah bisa menikmati berbagai layanan dan fasilitas yang ada di gedung terminal bandara kebanggaan masyarakat Palu.
Semangat dan kerja keras pengelola Bandara Mutiara SIS Al Jufri untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa bandara tidak pernah mengenal batas waktu dan menyerah dengan keadaan, kini membuahkan hasil. Gempa bumi yang terjadi pada beberapa waktu lalu tidak menyurutkan semangat pelayanan di bandara yang memiliki runway sepanjang 2.500 meter x 45 meter. (PN)

Bagikan Berita

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKAIT