by

BANDARA MATAHORA TINGKATKAN PELAYANAN GUNA DUKUNG WISATA WAKATOBI

Wakatobi merupakan salah satu destinasi prioritas dari 10 destinasi wisata. Posisi prioritas ini membuat pengelola Bandara Matahora di Wangi – Wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, terus meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas di bandara tersebut. Upaya ini dimaksudkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.
Kepala Bandara Matahora Firman mengemukakan peningkatan fasilitas antara lain rencana perpanjangan runway di bandara itu. Direncanakan diperpanjang menjadi 2.500 meter x 45 meter yang dilakukan secara bertahap.
“Pada tahap pertama rencananya akan dilakukan tahun depan,” ujar Kabandara Firman, sambil menambahkan runway eksisting saat ini 2.000 meter x 45 meter dan tahap pertama akan diperpanjang menjadi 2.250 meter x 45 meter.
Dengan diperpanjangnya runway bandara itu diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Wakatobi yang sekarang ini semakin menggeliat. Bilamana pesawat berbadan lebar bisa mendarat maka jumlah penumpang yang diangkut pun lebih banyak sehingga memudahkan wisatawan yang ingin berkunjung ke Wakatobi.
Penerbangan di Bandara Matahora saat ini dilayani satu maskapai, yakni Wings Air yang terbang setiap hari satu kali rute
Wakatobi – Kendari PP . Pesawat ini terbang dari Wakatobi ke Kendari pukul 07.00 WITA dan kembali ke Wakatobi dari Kendari sore hari, yakni pukul 15.10 WITA. Hal ini membuat akses ke Wakatobi menjadi terbatas serta tidak banyak pilihan. Dampaknya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah itu pun menjadi menurun. Belum lagi dengan harga bagasi berbayar yang diterapkan oleh maskapai tersebut membuat minat wisatawan untuk berkunjung ke Wakatobi juga ikut menurun.
Namun demikian, transportasi udara di daerah ini masih menjadi favorit bagi masyarakat umum karena dapat memangkas waktu perjalanan menjadi lebih cepat dibandingkan menggunakan jalur laut dengan kapal cepat selama empat jam menuju Kendari, sedangkan kapal Ferry bisa mencapai 12 jam.
“Untuk wisatawan memang terjadi penurunan dan ramai hanya di musim tertentu saja. Tapi kalau penumpang biasa, baik perjalanan dinas, bisnis dan lainnya selalu ramai bahkan waiting list. Oleh karena itu, kami terus berupaya untuk meningkatkan frekuensi penerbangan di bandara ini serta menambah maskapai yang siap melayani penerbangan di Wakatobi,” ungkap Kabandara Firman.

Kabandara Firman

Kabandara juga menambahkan dengan satu kali penerbangan saja di bandara itu tidak cukup karena membuat berbagai event pariwisata berskala nasional di daerah itu menjadi tidak optimal. Oleh karena itu, ia terus melakukan koordinasi dengan pihak maskapai lainnya untuk membuka rute penerbangan ke Wakatobi. “Kami sudah berkoordinasi dengan Citilink dan TransNusa, saat ini sedang dalam proses. Untuk rute yang ada saat ini, sudah kami sampaikan kepada pihak airlines untuk tetap mempertahankan rute yang ada karena masing-masing rute memiliki pasarnya sendiri,” tambah Kabandara.
Rencananya selain rute yang akan ditambahkan frekuensinya, rute baru di bandara itu juga akan dibuka, di antaranya adalah Bau Bau – Wakatobi, Bali – Wakatobi, Makassar – Wakatobi PP dan Manado – Wakatobi. “Saat ini rute Bau Bau – Wakatobi masih harus transit di Bandara Haluoleo untuk pengisian fuel. Sedangkan ke Bali dan Manado untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di Wakatobi. Jadi wisatawan yang ingin Wakatobi dari Manado atau Bali, sudah dapat diakses langsung dengan transportasi udara dan tidak perlu lagi transit di bandara lainnya sehingga biaya pun lebih hemat,” jelas Firman. (*)

Bagikan Berita

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA TERKAIT