by

BANDARA BANYUWANGI INFRASTRUCTURE DIKEMBANGKAN UNTUK MENAMBAH TRAFFIC

EGM Bandara Banyuwangi Anton Marthalius

Bandara Banyuwangi yang sejak 19 Desember 2018 sudah aktif sebagai bandara internasional, terus membenahi fasilitas sisi udara dan sisi darat.
Ketika Majalah Bandara berkunjung ke Bandara Banyuwangi awal Juli lalu, beberapa pekerjaan sedang dilakukan. Begitupun perubahan-perubahan terlihat di bandara tersebut.
Executive General Manager ( EGM) Bandara Banyuwangi, Anton Marthalius, menjelaskan yang sedang dikembangkan adalah pelebaran runway. Sebelum dikembangkan, landas pacu berukuran 2.250 m x 30 m. Kemudian diperlebar menjadi 45 meter.
“Ketika sudah dilebarkan, mudah-mudahan traffic bertambah,” kata EGM Anton. Lalu dicontohkan Bandara Supadio di Pontianak yang mempunyai panjang runway 2.250 meter tetapi traffic sudah 10 kali lipat karena lebar landas pacu 45 meter. Artinya , menurut Anton, pelebaran runway menjadi prioritas, Apalagi PCN (Pavement Classification Number) landas pacunya juga sudah 56. Jika sudah lebar, PCN tinggi, nanti diharapkan ada penambahan rute atau penggantian type pesawat, sehingga pergerakan penumpang menjadi bertambah.
Menurut EGM Anton, sisi udara akan berkembang bilamana runway sudah diperpanjang. “Saya sudah tanyakan kepada teman-teman di proyek, tahap perpanjangan landas pacu rencana akan selesai kemungkinan di November,” katanya. Nantinya panjang runway menjadi 2.500 meter. Dimensi 2.500 m x 45 m sudah memadai untuk Bandara Banyuwangi.
Sisi udara lainnya yang juga berkembang adalah parkir stand. Angkasa Pura II melakukan upaya pengembangan bandara, waktu tahun 2018 masih tiga parkir stand, sekarang sudah sembilan parkir stand.
Beragam fasilitas yang dikembangkan itu mendorong pengelola untuk menambah rute. Penerbangan internasional, misalkan, diusahakan tidak hanya penerbangan ke Kuala Lumpur. “Kita lagi coba potensi umum sudah ada di sini, umroh belum ada di sini karena harus didata dulu. Ada berapa jamaah umroh di Banyuwangi dan sekitarnya,” kata EGM Anton. (*)

KIAN NYAMAN DENGAN SMART DIGITAL AIRPORT

Bandara Banyuwangi makin mantap dalam menerapkan smart digital airport guna memudahkan mobilitas pengunjung bandara. “Kita nanti akan menjadi digital airport, security check point yang ada di check in area nanti kita akan geser ke belakang. Bagasi penumpang sudah tidak perlu dilakukan pemeriksaan manual, jadi penumpang langsung check in, bagasinya diperiksa di make up area. Nanti juga akan disediakan kios self check in, sehingga dapat mengurai antrian,” kata Anton Marthalius, EGM Bandara Banyuwangi.
Smart Digital Airport ini tujuannya adalah menjadikan orang yang datang ke bandara tidak hanya sekedar naik ke pesawat. Tetapi juga mendapatkan kepuasan yang lain yaitu 3 E (Experience, Expectation, dan Engagement). Misalkan, penumpang tidak perlu menunggu bagasi lama, taksi enggak dapat- dapat, antrian di check in juga tak lama.
“Yang luar biasanya lagi, ada face recognition, jadi saat check in, wajah penumpang di scan, lalu saat akan masuk Boarding Lounge akan diperiksa melalu face recognition bahkan saat penumpang menuju ke pesawat akan menggunakan autogate, ” kata EGM Anton.
Teknologi face recognition ini diharapkan bisa mempercepat proses check in, bagasi, akses ke ruang tunggu, hingga naik pesawat. Bahkan wajah penumpang akan menjadi paspor dan boarding pass di setiap proses naik pesawat. Di masa depan, penumpang tak perlu lagi sibuk mencari paspor yang terselip di dalam tas karena sudah menggunakan pemindaian wajah. “Kita juga buat instagramable di pintu depan utama, sebelum masuk parkir ada spot foto instagramable, setiap sore banyak yang foto- foto di situ. Tulisan Banyuwangi International Airport itu menjadi salah satu ikon,” kata EGM Anton. (*)

Comment

BERITA TERKAIT