by

BANDARA ANDI JEMMA ANGKUTAN CARGO PERINTIS SEMAKIN MENINGKAT

Pergerakan angkutan kargo perintis di Bandara Andi Jemma, Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, menuju Seko dan Rampi yang sebelumnya hanya dua kali sehari dengan kapasitas barang yang diangkut masing-masing penerbangan sebanyak satu ton, kini meningkat menjadi empat kali sehari.
Meningkatnya pergerakan angkutan kargo ke Seko dan Rampi ini dikarenakan akses ke daerah tersebut yang sulit untuk ditempuh melalui jalur darat, sehingga semua kebutuhan sehari-hari harus diangkut menggunakan transportasi udara.

Kabandara M Saboe

Kepala Bandara Andi Jemma, Moh. Saboe, mengemukakan bahwa kapasitas satu ton barang yang diangkut sekali terbang ke Seko dan Rampi itu tidak bisa mencukupi kebutuhan masyarakat di daerah tersebut. “Masyarakat di Seko itu ada 12.000 dan di Rampi 6.000 orang, sedangkan jumlah kebutuhan logistik yang diangkut hanya satu ton, tentu sangat kurang. Tidak hanya sampai satu jam barang itu tiba di bandara sudah habis. Oleh karena itu angkutan kargo perintis ke daerah tersebut ditingkatkan, itu pun masih belum cukup,” katanya.
Jika barang yang diangkut dari Masamba adalah kebutuhan sehari-hari hingga material bangunan, lain halnya dari Seko dan Rampi. Barang yang diangkut dari daerah tersebut adalah hasil bumi yang untuk dipasarkan di Masamba, seperti hasil panen padi, kemiri, coklat, dan lainnya.

Dengan demikian, hadirnya angkutan kargo perintis ini tentu berdampak terhadap perekonomian masyarakat di daerah tersebut. Hasil panen mereka menjadi lebih mudah untuk dipasarkan dengan waktu yang cukup cepat dan tidak lagi harus berjalan kaki atau menggunakan motor dengan kondisi yang sulit. (*)

Comment

BERITA TERKAIT